Reses di Socah, H. Mohammad Nasih Aschal Serap Aspirasi: Renovasi Masjid hingga Jalan Rusak Jadi Sorotan
EJABERITA.CO | Bangkalan – Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Provinsi Jawa Timur, H. Mohammad Nasih Aschal, menggelar kegiatan reses di Jl. Rambutan, Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Kamis (12/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para tokoh masyarakat, kepala desa, anggota dewan daerah, serta para kiai dan pengurus lembaga keagamaan setempat.
Dalam forum serap aspirasi itu, berbagai keluhan masyarakat mengemuka. Mulai dari persoalan infrastruktur jalan rusak, kebutuhan pembangunan TPQ, hingga renovasi masjid yang tak kunjung rampung.
Ketua Takmir masjid setempat, Ustaz Taufik, menyampaikan bahwa pembangunan dan renovasi masjid di wilayahnya belum selesai. Hingga kini, masjid tersebut belum memiliki pintu dan jendela yang layak, bahkan kaca jendela pun belum terpasang.
“Kami memohon bantuan agar pembangunan masjid ini bisa diselesaikan. Supaya masyarakat bisa beribadah dengan nyaman dan khusyuk,” ujar Ustaz Taufik di hadapan peserta reses.
Selain itu, masyarakat juga meminta adanya pembangunan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk menunjang pendidikan keagamaan anak-anak di Desa Keleyan.
Tak hanya sektor keagamaan, persoalan infrastruktur juga menjadi perhatian. Warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan berharap adanya perbaikan dari pemerintah provinsi agar akses transportasi masyarakat lebih lancar dan aman.
Di bidang pendidikan, masyarakat juga menyoroti banyaknya pembangunan madrasah diniyah yang masih mengandalkan dana swadaya. Mereka berharap adanya dukungan dan uluran tangan dari pemerintah untuk membantu keberlangsungan pendidikan keagamaan di desa tersebut.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, H. Mohammad Nasih Aschal menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui jalur legislatif di tingkat provinsi.
“Reses ini menjadi ruang penting untuk mendengar langsung suara masyarakat. Insyaallah aspirasi yang disampaikan akan kami kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,” tegasnya.
Kegiatan reses berlangsung hangat dan penuh dialog. Masyarakat berharap, pertemuan tersebut tidak sekadar seremonial, tetapi benar-benar menjadi jembatan solusi bagi kebutuhan riil warga Desa Keleyan.(*)





