Ziarah ke Bangkalan, Fadli Zon Temui Dzurriyah Syaichona Muhammad Kholil

Senin, 22 Desember 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di dampingi Bupati Bangkalan, Kukman Hakim usai ziarah ke makam Syaikhona Kholil .

Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di dampingi Bupati Bangkalan, Kukman Hakim usai ziarah ke makam Syaikhona Kholil .

BANGKALAN |   Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan ziarah ke makam Syaichona Muhammad Kholil di Bangkalan, Madura. Usai berziarah, Fadli Zon menyempatkan diri bersilaturahmi dan bertemu dengan para ahli waris (dzurriyah) ulama besar asal Madura yang baru saja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, menegaskan bahwa penetapan gelar Pahlawan Nasional kepada Syaichona Muhammad Kholil merupakan bentuk pengakuan negara atas jasa-jasa besar beliau dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Gelar kehormatan itu ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada 10 November lalu.

Menurut Fadli Zon, penganugerahan gelar tersebut sejatinya sudah layak diberikan sejak lama. Bahkan, ia menilai penetapan Pahlawan Nasional bagi Syaichona Muhammad Kholil terbilang terlambat apabila melihat besarnya kontribusi yang diwariskan ulama kharismatik tersebut, khususnya dalam membangun kesadaran keislaman, kebangsaan, dan pendidikan umat.

Syaichona Muhammad Kholil dikenal sebagai ulama berpengaruh yang memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia melalui jalur pendidikan dan dakwah. Pada tahun 1877, ia mendirikan pesantren yang kemudian berkembang menjadi pusat pengembangan keilmuan Islam sekaligus tempat kaderisasi ulama. Dari pesantren inilah lahir tokoh-tokoh penting yang memberi warna bagi perjalanan Islam dan kebangsaan di Indonesia.

Selain peran pendidikannya, Syaichona Muhammad Kholil juga meninggalkan warisan intelektual berupa karya-karya tulis keislaman yang hingga kini masih dipelajari di berbagai pesantren. Jumlah karyanya disebut mencapai sekitar 34 kitab. Dalam catatan sejarah, beliau juga dikenal sebagai salah satu perintis lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Melalui ajaran-ajarannya, Syaichona Muhammad Kholil menanamkan nilai-nilai nasionalisme yang kuat. Salah satu ungkapan yang dikenal luas adalah hubbul wathon minal iman, yang menegaskan bahwa mencintai tanah air merupakan bagian dari iman. Nilai tersebut dinilai relevan dan terus hidup hingga saat ini.

“Warisan pemikiran, intelektual, dan perjuangan Syaichona Muhammad Kholil tetap menjadi sumber inspirasi bagi bangsa Indonesia,” ujar Fadli Zon dalam kesempatan tersebut. Senin, (22/12/2025).

Sementara itu, salah satu dzurriyah Syaichona Cholil Bangkalan, R. Amin Imron, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada pemerintah atas perhatian dan komitmen dalam mengawal proses pengusulan hingga penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Bangkalan tersebut. Ia menjelaskan bahwa proses pengusulan telah berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, dimulai dari Kementerian Sosial, kemudian dikaji di Kementerian Kebudayaan, hingga akhirnya diajukan kepada Presiden Republik Indonesia.

Menurut R. Amin Imron, penetapan tersebut menjadi harapan besar bagi keluarga dan masyarakat Bangkalan sebagai bentuk penghormatan negara terhadap jasa ulama dan tokoh bangsa. Ia juga menyampaikan permohonan pemakluman kepada Menteri Kebudayaan atas sambutan sederhana dari keluarga besar dzurriyah Syaichona Cholil.

Selain berziarah, Menteri Kebudayaan juga menunjukkan ketertarikan untuk menelusuri napak tilas perjuangan dan jejak keilmuan Syaichona Muhammad Kholil. Rencananya, kegiatan napak tilas tersebut akan digelar pada Januari mendatang dan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan. Kegiatan itu bahkan direncanakan akan didokumentasikan dalam bentuk film dokumenter.

“Pada simulasi napak tilas Januari nanti, Pak Menteri siap mendukung dan kegiatan tersebut akan dijadikan film dokumenter,” kata R. Amin Imron.

Sebagai bentuk penghormatan, keluarga dzurriyah turut menyerahkan cendera mata berupa karya-karya ilmiah tentang Syaichona Cholil. Salah satunya adalah karya tulis yang disusun oleh Mbak Hulil, yang diharapkan dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan pribadi Menteri Kebudayaan, mengingat Fadli Zon dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap literatur dan pengembangan arsip intelektual bangsa.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru