Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Bangkalan bersama para pelajar dan pendamping berfoto usai penyerahan penghargaan dan sertifikat dalam sebuah kegiatan di Pendopo Kabupaten Bangkalan.

Wakil Bupati Bangkalan bersama para pelajar dan pendamping berfoto usai penyerahan penghargaan dan sertifikat dalam sebuah kegiatan di Pendopo Kabupaten Bangkalan.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa madrasah ibtidaiyah di Kabupaten Bangkalan. Lima siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Burneh Bangkalan berhasil meraih medali emas dalam kompetisi karya ilmiah internasional kategori Applied Physics and Engineering yang digelar di Malaysia.

Kelima siswa tersebut yakni Sinta Qonita, Eriva Aqla Mahira, Ariyana Gita El Zahara Asyari, Nala Fitriyani, dan Rajwa Rizqiyatul Aini. Mereka merupakan siswa kelas 5 dan 6 MIS Ar-Raudlah Langkap.

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari 12 negara dan digelar di SEGi University, Malaysia. Perlombaan berlangsung pada 21 September 2026, sedangkan pengumuman dan pemberian penghargaan dilaksanakan pada 23 September2026.

Pembimbing tim, Izza Wardati, mengatakan persiapan mengikuti kompetisi dilakukan secara intensif. Para siswa terlebih dahulu mempelajari sejumlah jurnal ilmiah yang berkaitan dengan penelitian yang akan mereka presentasikan.

“Untuk lomba penelitian ini kan karya ilmiah. Jadi kita mulai dengan mempelajari dulu jurnal-jurnal tentang penelitian yang kita ambil,” ujar Izza. Kamis (24/09/2026).

Dalam penelitian tersebut, para siswa mengangkat potensi tanaman lokal. Salah satu tanaman yang menjadi fokus adalah nyamplung, tanaman yang mudah ditemukan di wilayah Langkap.

Menurut Izza, selain menguasai materi penelitian, para siswa juga harus dipersiapkan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hal itu menjadi tantangan tersendiri karena mereka harus mampu memahami pertanyaan dari juri internasional sekaligus menjelaskan hasil penelitian dalam bahasa Inggris.

“Letak kesulitannya itu di Inggris untuk mereka bisa komunikasi. Nanti juri ada pertanyaan-pertanyaan. Agar mereka bisa memahami apa yang diucapkan juri dan bisa menjawab, itu memang paling sulit di bagian bahasa Inggris,” jelasnya.

Kompetisi tersebut memiliki lima kategori. Tim MIS Ar-Raudlah Langkap mengikuti kategori Applied Physics and Engineering. Pesertanya berasal dari berbagai jenjang pendidikan, sehingga siswa harus bersaing dengan peserta dari tingkat pendidikan yang berbeda.

Meski demikian, kelima siswa tersebut berhasil meraih medali emas.

Delapan Bulan Persiapan

Kepala MIS Ar-Raudlah Langkap, Abd Kowi, menjelaskan keberangkatan siswa mengikuti kompetisi internasional tersebut berawal dari kerja sama sekolah dengan YSB.

Setelah dilakukan seleksi dan audisi, sejumlah siswa terpilih untuk mendapatkan pembinaan secara intensif. Tim YSB juga datang ke sekolah untuk memilih siswa terbaik dari kelas 4, 5, dan 6.

“Setelah terpilih, anak-anak ini dididik dengan lebih intens. Pulang sekolah mereka mencari nyamplung, mencari bahan yang diteliti. Malamnya belajar karya ilmiah internasional,” kata Abd Kowi.

Selama sekitar delapan bulan, para siswa mempelajari berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan nyamplung. Mereka kemudian diarahkan untuk memahami penelitian tersebut secara mendalam sebelum menentukan fokus penelitian.

Pemilihan nyamplung juga tidak terlepas dari keberadaan tanaman tersebut di wilayah Langkap serta nilai budaya yang melekat di masyarakat Madura.

“Nyamplung itu budaya Madura, khususnya di malam. Kalau bulan Ramadan malam 21 itu obor dari nyamplung,” ujarnya.

Selain mudah ditemukan, nyamplung juga sedang memasuki musim pada September sehingga bahan penelitian relatif mudah diperoleh.

Ke depan, penelitian tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi. Tim pembimbing berharap minyak dari tanaman yang diteliti dapat dikembangkan lebih lanjut dan memiliki potensi untuk diolah menjadi biodiesel.

Pemkab Bangkalan Beri Apresiasi
Wakil Bupati Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far menyambut langsung para siswa berprestasi tersebut di Pendopo Kabupaten Bangkalan.

Ia mengaku bangga atas capaian siswa madrasah ibtidaiyah yang mampu meraih prestasi di kompetisi sains tingkat internasional.

“Pemerintah daerah tentunya merasa bangga dan bersyukur. Ternyata ada anak didik kita di salah satu madrasah ibtidaiyah yang mengikuti kompetisi sains tingkat internasional yang dilaksanakan di Malaysia dan berhasil mendapatkan medali emas,” kata Fauzan.

Menurutnya, prestasi tersebut perlu menjadi motivasi bagi para siswa untuk terus belajar dan mengikuti berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun regional.

Terkait dukungan bagi siswa berprestasi, Fauzan mengatakan Pemkab Bangkalan memiliki keterbatasan anggaran. Pemerintah daerah telah membuka akses beasiswa, meski belum bersifat berkelanjutan.

Ia juga menyebut adanya persoalan kewenangan karena madrasah berada di bawah lembaga pendidikan vertikal. Namun, Pemkab Bangkalan tetap akan mencari kemungkinan dukungan bagi siswa berprestasi.

“Nanti mungkin ini bisa kita bicarakan di internal kami,” ujarnya.

Fauzan juga membuka peluang pemerintah daerah untuk memfasilitasi pengembangan hasil penelitian tersebut, khususnya terkait potensi biodiesel dari tanaman nyamplung.

“Ini menarik dan hari ini negara lagi ingin bertransformasi dari fosil ke biodiesel. Jadi ini masuk bahan bakar atau energi baru terbarukan,” katanya.

Ia berharap hasil penelitian para siswa dapat terus dikembangkan dan dipresentasikan lebih luas sehingga membuka peluang munculnya alternatif bahan bakar berbasis potensi lokal.

Prestasi lima siswa MIS Ar-Raudlah Langkap di Malaysia menjadi bukti bahwa penelitian berbasis potensi lokal dapat dikenalkan di tingkat internasional sekaligus menjadi motivasi bagi siswa lainnya di Kabupaten Bangkalan untuk terus berprestasi.(*)

Penulis : Surya

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh
Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas
Fajar Kembali ke Kursi Ketua, Mimpi Universitas Menanti STKIP Bangkalan
Lilin Menyala di Sampang, Doa Mengiringi Pencarian Lima Jurnalis di Anak Krakatau
60 Kabupaten, Satu Lapangan: Cerita PKDI Cup II 2026
Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
UTM Sulap Lantai Rektorat Jadi Kafe, Bidik Hilirisasi Riset dan Cetak Entrepreneur Muda

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Fajar Kembali ke Kursi Ketua, Mimpi Universitas Menanti STKIP Bangkalan

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia

Berita Terbaru