Sawah di Sampang Keluarkan Bunyi Gemuruh, BPBD Turun Tangan Selidiki Dugaan Kandungan Gas Bumi

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Viral di media sosial, sawah di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang mengeluarkan bunyi gemuruh disertai gelembung udara. BPBD turun melakukan survei dan berkoordinasi dengan ESDM untuk menyelidiki dugaan adanya gas bumi.

Viral di media sosial, sawah di Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Sampang mengeluarkan bunyi gemuruh disertai gelembung udara. BPBD turun melakukan survei dan berkoordinasi dengan ESDM untuk menyelidiki dugaan adanya gas bumi.

EJABERITA.CO | SAMPANG – Fenomena alam berupa bunyi gemuruh yang berasal dari dalam tanah di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Merespons laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang langsung melakukan survei lapangan untuk memastikan penyebab munculnya suara misterius tersebut.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan bunyi gemuruh berasal dari lahan sawah percaton yang saat itu sedang digarap oleh dua warga, yakni Sadiri (50) dan Agusyanto (30), warga Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh.

“Tanah itu dilaporkan mengeluarkan suara gemuruh dari dalam tanah,” ujar Hozin, Senin (3/8/2026).

Hozin menjelaskan, fenomena tersebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan keterangan warga, suara gemuruh sudah muncul sejak beberapa tahun lalu, meski sifatnya tidak terus-menerus. Bunyi tersebut dapat hilang dalam waktu tertentu, lalu muncul kembali.

Selain suara gemuruh, warga juga mengamati munculnya gelembung-gelembung udara saat lahan sawah tergenang air. Setelah beberapa saat, gelembung tersebut kembali menghilang.

“Ya, tiba-tiba saja muncul bunyi gelembung, dan bukan bekas galian bor,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrahman, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sampang dan instansi terkait di bidang energi serta sumber daya mineral (ESDM) untuk melakukan kajian lebih lanjut.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan apakah fenomena tersebut berkaitan dengan adanya kandungan gas bumi di bawah permukaan tanah.

Selain itu, BPBD juga akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari tindak lanjut atas laporan masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api atau menggunakan benda yang dapat memicu percikan di sekitar lokasi hingga hasil investigasi selesai dilakukan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak menyalakan korek api di daerah sekitar,” tegas Fajar.

Hingga kini, belum ada laporan korban maupun dampak lain akibat fenomena tersebut. Pemerintah daerah masih menunggu hasil kajian teknis untuk memastikan penyebab pasti bunyi gemuruh yang muncul dari dalam tanah tersebut.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru