
EJABERITA.CO | Madura — Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) melayangkan protes keras terhadap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas). Protes ini dipicu oleh insiden perubahan susunan acara (rundown) secara sepihak dalam penyelenggaraan Forum Hilir Migas di Madura yang dinilai mencederai marwah organisasi.
BPH Migas mendadak mengubah rundown beberapa jam sebelum acara dimulai. Perubahan tersebut menganulir hak sambutan Presiden DEM Madura, padahal hal itu sebelumnya telah disepakati dalam rapat persiapan bersama.
Presiden DEM Madura, Abd Syakur, menyayangkan pemangkasan peran tersebut. Pasalnya, forum ini terselenggara atas inisiatif dan pengajuan resmi DEM Madura yang bertindak sebagai pelaksana utama serta penanggung jawab teknis di lapangan.
”Penghilangan ruang sambutan ini bukan sekadar persoalan teknis, melainkan bentuk pengabaian terhadap proses perjuangan, kontribusi, dan marwah organisasi kami,” tegas Syakur.
Atas insiden tersebut, DEM Madura menyampaikan tiga tuntutan utama kepada BPH Migas:
1. Permohonan Maaf Terbuka: BPH Migas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas pembatalan sepihak tersebut.
2. Klarifikasi Tertulis: Memberikan alasan resmi terkait pembatalan sesi sambutan Presiden DEM Madura yang telah disepakati sebelumnya.
3. Pertanggungjawaban Perubahan Rundown: Menjelaskan dasar keputusan perubahan susunan acara secara mendadak menjelang pembukaan kegiatan.
”Kami memberikan tenggat waktu 1 \times 24 jam bagi BPH Migas untuk memenuhi seluruh tuntutan tersebut sejak pernyataan sikap ini disampaikan,” paparnya.
Jika dalam batas waktu tersebut BPH Migas tidak menunjukkan iktikad baik, DEM Madura menegaskan akan mengambil tindakan organisasi lebih lanjut. Langkah tersebut mencakup eskalasi isu ke tingkat nasional melalui DEM Indonesia, konsolidasi media, hingga tindakan hukum dan publik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(*)
Penulis : Imamudin
Editor : Mam

















Komentar