Forum Kiai NU Jawa Ultimatum PBNU: Tiga Bulan Tanpa MLB, Kepengurusan Alternatif Disiapkan

Minggu, 14 Desember 2025 - 15:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SEPAKAT. Forum Kiai NU Jawa saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat. (istimewa/ejaberita.co)

SEPAKAT. Forum Kiai NU Jawa saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat. (istimewa/ejaberita.co)

POLITIK | Forum Kiai Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa menyatakan kesiapan mengambil langkah ekstrem dengan membentuk struktur kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) alternatif apabila Musyawarah Luar Biasa (MLB) tidak terlaksana dalam kurun waktu tiga bulan mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Koordinator Forum Kiai NU Jawa, Faris Fuad Hasyim, dalam pernyataannya kepada media saat konferensi pers di Bandung, Jawa Barat, sebagaimana dikutip di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).

Menurut Faris, opsi pembentukan kepengurusan PBNU versi Forum Kiai NU Jawa akan dijalankan jika tidak ada titik temu di antara pihak-pihak yang berkonflik serta tidak ada kejelasan penyelenggaraan MLB hingga batas waktu yang ditentukan.

“Jika dalam waktu tiga bulan ke depan tidak tercapai mufakat dan MLB tidak juga digelar, maka kami akan menempuh langkah darurat dengan membentuk PBNU tandingan sebagai ruang konsolidasi NU kultural,” ujar Faris, Sabtu (13/12) kemarin.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan keputusan yang diambil secara gegabah, melainkan jalan terakhir untuk menjaga keberlangsungan NU.

Faris menilai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia itu saat ini mengalami kebuntuan serius akibat tarik-menarik kepentingan elite yang berorientasi pada perebutan kekuasaan struktural.

“Ini adalah ikhtiar pamungkas demi menyelamatkan NU dari kebuntuan berkepanjangan akibat konflik internal dan penyimpangan arah perjuangan,” katanya.

Selain menyiapkan langkah organisatoris, Forum Kiai NU Jawa juga membuka ruang partisipasi bagi tokoh-tokoh NU kultural untuk terlibat aktif dalam proses rekonsiliasi dan penyatuan jamaah.

Para tokoh tersebut dinilai memiliki pengaruh moral yang kuat serta kedekatan historis dengan basis massa NU di tingkat akar rumput.

Faris menyebut salah satu figur yang diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya tersebut adalah Haji Rhoma Irama, bersama sejumlah ulama serta budayawan yang selama ini dikenal memiliki kedekatan dengan tradisi dan nilai-nilai NU kultural.

“Kami berkomitmen merangkul figur-figur karismatik NU kultural, termasuk H. Rhoma Irama, serta para ulama dan budayawan yang memiliki legitimasi moral dan dukungan kultural yang luas,” ucapnya.

Ia berharap kehadiran para tokoh tersebut dapat memperkuat gerakan rekonsiliasi dan membangun kembali persatuan di kalangan warga NU, khususnya di tingkat bawah.

“Peran mereka diharapkan mampu mengokohkan penyatuan di akar rumput sekaligus mengembalikan NU pada perannya sebagai kekuatan moral bangsa,” pungkas Faris. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas
Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh
Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas
Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia
Lilin Menyala di Sampang, Doa Mengiringi Pencarian Lima Jurnalis di Anak Krakatau
60 Kabupaten, Satu Lapangan: Cerita PKDI Cup II 2026
Tani Merdeka Indonesia Gelar Aksi Damai, Dukung Program Pemerintah Prabowo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia

Berita Terbaru