Dapur BGN Berdempetan Kandang Ternak di Klampis, Dilaporkan ke Pusat

Kamis, 23 April 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dapur program gizi di Desa Bragang, Klampis, Bangkalan tampak berdempetan dengan kandang ternak. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait potensi pencemaran dan kelayakan sanitasi pangan.

Dapur program gizi di Desa Bragang, Klampis, Bangkalan tampak berdempetan dengan kandang ternak. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga terkait potensi pencemaran dan kelayakan sanitasi pangan.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Dugaan pelanggaran standar kelayakan dapur program Badan Gizi Nasional (BGN) mencuat di Desa Bragang, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan. Sebuah calon dapur yang diajukan Yayasan Mutiara Biru Kasih Ibu dilaporkan berdiri berdampingan dengan area peternakan.

Laporan tersebut dilayangkan oleh tokoh masyarakat, Mathur Husyairi, ke BGN pusat di Jakarta usai menerima aduan warga. Ia menilai lokasi dapur berpotensi melanggar prinsip higienitas dan keamanan pangan.

“Ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyangkut keselamatan. Dapur program gizi seharusnya steril dari potensi pencemaran, bukan justru berdampingan dengan kandang ternak,” tegas Mathur, Kamis (23/4/2026).

Berdasarkan temuan di lapangan, dapur disebut berada dalam satu kawasan dengan kandang ayam, bebek, hingga sapi. Jaraknya hanya dipisahkan pagar, bahkan di beberapa titik disebut menempel langsung dengan bangunan dapur.

“Dari dokumentasi yang kami kumpulkan, terlihat kandang ayam menempel di dinding dapur. Di sisi lain juga terdapat kandang bebek. Ini jelas berisiko menimbulkan kontaminasi, baik dari udara, limbah, maupun vektor penyakit,” ujarnya.

Mathur menegaskan kondisi tersebut tidak sesuai dengan standar sanitasi dapur program gizi, apalagi sasaran program adalah kelompok rentan seperti anak-anak.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan mitra pelaksana atas nama Busiri, Kepala Desa Bragang. Menurutnya, transparansi penting untuk menghindari konflik kepentingan dalam penentuan lokasi.

“Program ini harus dijalankan profesional dan akuntabel. Jangan sampai ada pembiaran karena faktor kedekatan atau jabatan,” katanya.

Sebagai penguat laporan, Mathur melampirkan bukti berupa tangkapan layar pengajuan dapur, foto kondisi lokasi, serta video yang menunjukkan kedekatan dapur dengan kandang ternak. Ia mendesak BGN segera melakukan verifikasi langsung di lapangan.

“BGN harus turun langsung. Kalau ini bisa lolos hanya lewat berkas, berarti ada celah pengawasan yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan potensi dampak serius jika standar dapur diabaikan.

“Kalau makanan terkontaminasi, yang jadi korban masyarakat, terutama anak-anak. Ini bukan hal sepele,” tambahnya.

Pengaduan tersebut turut ditembuskan ke Unit Pemantauan dan Pengawasan BGN Jawa Timur, Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Bangkalan, Satgas Kabupaten Bangkalan, serta Koordinator Kecamatan SPPG Klampis.

Sementara itu, pihak Yayasan Mutiara Biru Kasih Ibu melalui perwakilannya, Hafil, membantah temuan tersebut. Ia menyebut kandang ternak sudah tidak lagi berada di sekitar lokasi dapur.

“Kandang peternakan itu sudah kami pindah dari area SPPG tersebut,” ujarnya singkat.

Meski demikian, pernyataan tersebut masih menyisakan tanda tanya terkait kondisi faktual saat proses pengajuan dapur dilakukan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak BGN.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru