Annuqayah Jadi Pusat Gelaran Konfercab NU Sumenep

Minggu, 7 Desember 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ACARA. Panggung utama Konfercab NU Sumenep 2025 di Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, menjelang pembukaan acara pada Minggu, 7 Desember 2025. (istimewa/ejaberita.co)

ACARA. Panggung utama Konfercab NU Sumenep 2025 di Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, menjelang pembukaan acara pada Minggu, 7 Desember 2025. (istimewa/ejaberita.co)

SUMENEP | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep, Madura, Jawa Timur, memastikan segala persiapan untuk pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) 2025 tuntas dan siap dijalankan pada Minggu, 7 Desember 2025.

Forum permusyawaratan tertinggi di level cabang itu akan terpusat di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, sebagai tuan rumah rangkaian kegiatan.

Konfercab yang mengangkat tema “Satu Fikrah, Satu Harakah” ini disebut bakal dihadiri langsung oleh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Selain itu, Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, unsur Forkopimda Sumenep, para masyayikh serta tokoh-tokoh kultural di lingkungan Nahdlatul Ulama juga dijadwalkan turut hadir.

Ketua Panitia Konfercab, Kiai A Kurdy Khan mengungkapkan, bahwa seluruh persiapan telah memasuki tahap final.

Sejak beberapa hari sebelumnya, panitia disebut terus bekerja menyempurnakan detail teknis acara.

“Alhamdulillah, persiapan kami sudah mencapai sekitar 99 persen. Insyaallah Konfercab NU Sumenep tinggal menunggu waktu pelaksanaan,” tuturnya, Minggu (7/12).

Menurut Kiai Kurdy, ribuan kader serta struktur pengurus dari berbagai tingkatan di Sumenep dijadwalkan hadir. Undangan resmi untuk para peserta pun telah didistribusikan sepenuhnya.

“Semua undangan telah tersampaikan. Yang hadir adalah mereka yang memiliki SK aktif. Masing-masing MWCNU mengirim lima delegasi sebagai peserta, sementara Ranting NU mengirim lima orang sebagai peninjau,” jelasnya.

Ia kemudian menyinggung hasil verifikasi PBNU beberapa bulan sebelumnya yang menempatkan PCNU Sumenep pada kategori grade B.

Implikasinya, hak suara dalam konferensi ditetapkan hanya dimiliki oleh perwakilan MWCNU, sedangkan Ranting NU tetap diperbolehkan hadir sebagai peninjau.

“Ini berbeda dengan Konfercab tahun 2020. Sesuai regulasi baru PBNU, suara penuh hanya dimiliki MWCNU. Ketentuannya serupa seperti Konferwil NU Jatim waktu itu, di mana yang berhak memilih hanya PCNU,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan keberadaan Ranting NU tetap strategis dalam forum tersebut. Konfercab tidak sekadar urusan pemilihan kepemimpinan, tetapi ruang untuk merumuskan agenda besar organisasi.

“Konferensi bukan hanya soal memilih pengurus. Ada pembahasan rekomendasi, evaluasi kinerja, hingga penyusunan arah strategis untuk lima tahun mendatang. Karena itu seluruh peserta ikut memahami arah gerak PCNU Sumenep ke depan,” ujarnya.

Pembukaan Konfercab 2025 dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB. Seluruh peserta dari MWCNU dan Ranting NU diwajibkan melakukan registrasi sebelum acara dimulai. Sesi pembukaan akan diisi arahan dan sambutan dari PBNU.

Setelah jeda singkat, Sidang Pleno I berlangsung pukul 10.30–11.30 WIB dengan agenda pengesahan tata tertib serta pengesahan agenda sidang. Pleno ini dipimpin oleh perwakilan PBNU atau PWNU yang memperoleh mandat resmi.

Pada pukul 12.30–13.30 WIB, Sidang Pleno II membahas Laporan Pertanggungjawaban PCNU Sumenep periode 2020–2025.

Dilanjutkan dengan sidang komisi pukul 13.30–15.00 WIB, meliputi Komisi Keorganisasian, Komisi Rekomendasi, dan Komisi Keagamaan. Baik peserta dari MWCNU maupun peninjau dari Ranting NU berpartisipasi dalam sesi ini.

Setelah itu, Sidang Pleno III berjalan pukul 15.30–16.30 WIB untuk mengesahkan hasil sidang komisi. Lalu peserta diberi waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma) hingga pukul 19.00 WIB.

Malam harinya, Sidang Pleno IV berlangsung pukul 19.00–22.00 WIB. Agendanya mencakup penyampaian demisioner pengurus PCNU Sumenep, rekapitulasi dan pengesahan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA), penetapan Rais terpilih, pemilihan Ketua PCNU, hingga pembentukan formatur kepengurusan baru. Acara ditutup pukul 22.00–23.00 WIB dengan sambutan Rais dan Ketua terpilih serta pembacaan doa. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru