Diduga Bagikan Menu Busuk, MBG Blega Bangkalan Picu Keracunan Siswa dan Guru

Rabu, 22 April 2026 - 10:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu siswa SMPN 1 Blega menjalani perawatan di puskesmas usai diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Salah satu siswa SMPN 1 Blega menjalani perawatan di puskesmas usai diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

EJABERITA.CO | Bangkalan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan, menjadi sorotan setelah diduga membagikan menu tak layak konsumsi yang berujung pada insiden keracunan.

Sejumlah siswa dan guru di SMPN 1 Blega dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap nasi kotak yang didistribusikan pada Senin (20/4/2026). Akibat kejadian ini, dua siswa dan seorang guru harus dilarikan ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut insiden terjadi tak lama setelah makanan dibagikan ke seluruh kelas.

“Kejadiannya hari Senin kemarin. Ada guru dan siswa yang sempat mendapatkan penanganan medis,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).

Kecurigaan pertama muncul dari seorang guru yang melihat adanya kejanggalan pada tampilan makanan. Lauk berupa sayur buncis, jagung, dan nugget disebut telah berubah warna saat diperiksa.

Untuk memastikan kondisi makanan, guru tersebut mencoba mencicipi. Namun tak lama kemudian, ia langsung merasakan mual dan pusing.

“Saat diperiksa, terlihat lauk sudah berubah. Setelah dicoba, guru tersebut langsung merasa tidak enak badan,” jelas Bambang.

Menyadari potensi bahaya, pihak sekolah segera mengambil langkah cepat dengan mengumumkan larangan mengonsumsi makanan tersebut melalui pengeras suara. Namun, dua siswa yang diduga telah lebih dulu menyantap makanan terlanjur mengalami gejala serupa.

Ketiganya kemudian mengalami muntah dan kondisi tubuh melemah hingga harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

“Guru mengalami muntah dan pusing. Dua siswa awalnya terlihat baik-baik saja, tapi kemudian kondisinya memburuk,” tambahnya.

Dari tiga korban, dua di antaranya telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan. Sementara satu siswa lainnya masih dalam observasi medis, meski kondisinya dilaporkan mulai membaik.

Pasca insiden ini, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Blega yang dikelola Yayasan Manunggal Kartika Jaya langsung dihentikan sementara. Langkah ini diambil sembari menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan.

Satgas MBG Bangkalan juga telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak pengawas di tingkat provinsi. Sementara itu, tim kesehatan dari puskesmas bersama Dinas Kesehatan tengah melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

Kasus ini menjadi peringatan serius bagi pelaksanaan program MBG, khususnya terkait standar kualitas makanan dan pengawasan distribusi di lapangan. Evaluasi menyeluruh dinilai mendesak agar program yang bertujuan meningkatkan gizi justru tidak berbalik membahayakan penerimanya.(.)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru