Hasil Sidak Pansus DPRD Sumenep, Ratusan Usaha Tambak Udang Tidak Mengantongi Izin

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

EJABERITA.Co | Sumenep – Panitia khusus (pansus) tambak udang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep melakukan inspeksi mendadak (sidak), Jumat (12/12). Kali ini menyasar tambak udang di Kecamatan Bluto hingga Pragaan.

Hasilnya, banyak fakta mencengangkan. Selain tidak adanya instalasi pengelolaan air limbah (IPAL), juga ditemui ratusan tambak udanh tidak mengangongi izin sama sekali.

“Di Pakandangan Tengah ipalnya asal-asal, kita menduga cenderung dibuat ke laut. Kondisi di sekitar juga bau menyengat,” terang Wakil Ketua Pansus Tambak Udang DPRD Sumenep Eka Bagas Ardiansyah.

Bahkan, kepada pansus, penjaga tambak mengaku dalam pandangan dinas lingkungan hidup (DLH) IPAL dianggap tidak bermasalah. Padahal kondisinya asal-asalan karena tidak sebanding dengan luas tambak.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sumenep menyebutkan sekitar 400 tambak tidak memiliki izin alias bodong. Tersebar di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep. Baik di daratan maupun kepulauan.

“Kami memang mengecek ke bawah. Ternyata lebih banyak tak berijin. Sedangkan tambak berijin hanya 31 titik. Mereka umumnya berizin tapi kondisi ipal banyak bermasalah,” ungkap Bagas.

Anggota Pansus Tambak Udang DPRD Sumenep lainnya M. Muhri mengungkapkan, potensi pendapatan asli daerah (PAD) melalui tambak udang sangat besar. Asumsinya, per tambak mengurus uzin limbah saja per tahun Rp 3,6 juta. Jika dikalikan 400 tambak bisa mencapai Rp 1,440 Miliar.

“Bayangkan kita kehilangan PAD sampai mendekati Rp 1,5 miliar. Kalau ini kita maksimalkan menjadi potensi luar biasa,” bebernya.

Dipaparkan, pengecekan langsung itu dilakukan untuk mengetahui kondisi di lapangan yang sesungguhnya. Salah satunya di Kecamatan Pragaan. Pansus menemukan tidak ada satu pun tambak berizin.

“Data di DPMPTSP, tak satu pun berizin. Kita cek ke lapangan memang demikian. Tambaknya luas tapi tanpa izin. Ini sudah lama sekali?” ungkap politis dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Muhri memastikan, dalam waktu dekat para pengusaha tambak itu akan dipanggil ke kantor DPRD Sumenep. Tujuannya, untuk mendiskusikan perihal tambak dan tata kelolanya.

“Rencananya akan dimulai dari Senin mendatang dengan mengundang sejumlah pengusaha tambak,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru