EJABERITA.CO | Bangkalan – Malam yang seharusnya menjadi perjalanan biasa berubah menjadi tragedi di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Bancaran, Bangkalan, Minggu (5/4/2026). Sebuah mobil pikap yang mengangkut ikan lele tiba-tiba menghantam truk tronton yang terparkir di bahu jalan. Dentuman keras memecah kesunyian malam.
Lampu kendaraan yang melintas mendadak berhenti. Warga sekitar berhamburan keluar rumah, mendekat ke sumber suara. Di hadapan mereka, sebuah pikap tampak ringsek parah di bagian depan, sementara beberapa penumpang terlihat panik dan terluka di dalamnya.
Diduga, sopir pikap tak mampu menahan rasa kantuk. Dalam hitungan detik, kendali kendaraan hilang dan tabrakan tak terhindarkan.
Di dalam mobil itu, HM, warga Kecamatan Sepulu, mengemudi bersama empat penumpang lainnya—dua perempuan dan dua anak-anak. Mereka tengah menempuh perjalanan malam dengan muatan lele, berharap tiba dengan selamat di tujuan.
Namun takdir berkata lain.
Seorang penumpang perempuan berinisial HJ yang duduk di kursi depan kiri menjadi korban paling parah. Benturan keras merenggut nyawanya di lokasi kejadian. Sementara empat lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke RSUD Bangkalan.
Di sisi lain, Irfan, sopir truk tronton asal Probolinggo, tak menyangka kendaraannya yang sedang berhenti justru menjadi bagian dari tragedi tersebut. Ia menepi untuk beristirahat sejenak setelah perjalanan panjang.
“Saya cuma mau istirahat, rencananya gantian sopir. Sudah siap jalan lagi, tiba-tiba terdengar benturan keras dari belakang,” ujarnya dengan nada syok.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Warga dan pengguna jalan bergotong royong membantu mengeluarkan korban dari dalam kendaraan yang ringsek. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung mengambil alih penanganan, termasuk mengevakuasi korban yang sempat terjepit di kabin.
Suasana malam itu berubah mencekam. Sirine kendaraan petugas dan ambulans bersahutan, sementara arus lalu lintas sempat tersendat karena bangkai kendaraan menutup sebagian jalan.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pahit akan bahaya mengemudi dalam kondisi lelah. Rasa kantuk yang kerap dianggap sepele, nyatanya bisa berujung fatal.
Kini, kasus tersebut ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Bangkalan. Polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan melalui olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan dan pemeriksaan saksi.
Di balik dentuman dan kepanikan malam itu, tersisa duka yang mendalam bagi keluarga korban—sebuah perjalanan yang tak pernah sampai tujuan.(*)
Editor : Arfa
















