TPA Tak Kirim Minggu, Sampah Bandung Menumpuk di TPS

Rabu, 4 Februari 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kota Bandung | Foto Istimewa

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Kota Bandung | Foto Istimewa

EJABERITA.CO | KOTA BANDUNG — Tidak adanya pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti setiap hari Minggu berdampak langsung pada penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Kota Bandung. Kondisi ini memperberat beban pengelolaan sampah, terutama pada awal pekan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan, sepanjang Januari 2026 pengiriman sampah ke TPA Sarimukti masih mengacu pada regulasi lama dengan batas maksimal 170 rit per hari. Rata-rata pengiriman tercatat 170,04 rit per hari atau sekitar 979 ton sampah per hari.

“Karena hari Minggu tidak ada pengiriman, otomatis pada hari Senin selalu terjadi peningkatan ritase. Ini harus diantisipasi dengan pengolahan sampah di hulu dan penguatan sistem TPS,” ujar Farhan, Minggu (1/2/2026).

Farhan mengakui, dampak penumpukan sampah mulai terlihat di beberapa wilayah, khususnya di Sub Wilayah Kota (SWK) Bojonegara dan Tegallega. Kondisi tersebut diperparah oleh keterbatasan ruang tampung di TPS serta ketergantungan tinggi terhadap TPA Sarimukti.

Selain persoalan ritase, operasional di TPA Sarimukti juga sempat mengalami gangguan akibat cuaca hujan. Lahan yang licin menyulitkan pergerakan alat berat dan kendaraan pengangkut sampah, bahkan sempat terjadi antrean panjang truk.

“Beberapa waktu lalu ada kendaraan yang terguling karena kondisi lahan licin. Ini menjadi perhatian kami agar ke depan operasional bongkar muat bisa lebih optimal,” ungkapnya.

Terkait penanganan sampah di Pasar Induk Caringin, Farhan menyebut pasar milik swasta tersebut masih melengkapi dokumen lingkungan hidup. Meski demikian, pengelola pasar telah membentuk satuan tugas dan menata ulang titik pengumpulan sampah di dua lokasi, yakni Kopi dan Cikuran, masing-masing dilengkapi kontainer.

Saat ini, Pasar Induk Caringin masih diberikan kuota tiga rit per hari ke TPA Sarimukti sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelebihan volume sampah.

Untuk menekan ketergantungan terhadap TPA, Pemkot Bandung mendorong pengelolaan sampah dari hulu melalui program Gaslah yang diluncurkan pada 26 Januari 2026 di Ujungberung. Program ini menyasar pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat rumah tangga dan RW.

“Kami menargetkan pada awal Februari sebanyak 1.376 petugas Gaslah sudah aktif. Jika belum mencukupi, rekrutmen akan dilakukan kembali pada Maret,” kata Farhan.

Selain itu, Pemkot Bandung juga merekrut pendamping KBS di setiap kelurahan dan berencana mengoperasikan kembali TPST melalui program ISWMP hingga Juni 2026, guna memperkuat pengolahan sampah di tingkat kota dan mengurangi tekanan ke TPA Sarimukti.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas
Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh
Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan
Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas
Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia
Lilin Menyala di Sampang, Doa Mengiringi Pencarian Lima Jurnalis di Anak Krakatau
60 Kabupaten, Satu Lapangan: Cerita PKDI Cup II 2026
Tani Merdeka Indonesia Gelar Aksi Damai, Dukung Program Pemerintah Prabowo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:08 WIB

Tiga Lapak Pasar Tambelangan Terbakar, Damkar Sampang Akui Armada Terbatas

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:24 WIB

Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo: Hilirisasi Nyata, Ekonomi Jawa Timur Kian Kokoh

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Hari Santri Nasional, Kades Pangelean Ajak Generasi Muda Rawat Persatuan dan Nilai Kebangsaan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Moh. Syukur: Santri Bukan Sekadar Penjaga Tradisi, tetapi Penggerak Indonesia Emas

Kamis, 24 September 2026 - 12:11 WIB

Siswa MIS Ar-Raudlah Langkap Raih Emas di Kompetisi Sains Internasional Malaysia

Berita Terbaru