EJABERITA.CO | BANGKALAN — Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat kembali semangat persatuan di tengah masyarakat. Kepala Desa Pangelean, Kecamatan Tanah Merah, Zaiqhulhak Alfarisi, mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kebersamaan dan tidak mudah terpecah oleh perbedaan.
Zaiqhulhak mengatakan, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang diperingati setiap tahun. Nilai-nilainya harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, termasuk dalam menjaga hubungan antarsesama warga.
“Pancasila mengajarkan kita untuk hidup bersama dalam perbedaan. Karena itu, mari kita jaga persatuan, saling menghormati dan mengedepankan kepentingan bersama,” kata Zaiqhulhak. Kamis (01/10/2026).
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan hingga seluruh warga untuk mengambil peran dalam menjaga suasana yang aman, rukun dan harmonis.
Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan dan kepedulian seluruh masyarakat agar berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Persatuan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua elemen masyarakat memiliki peran. Kalau kita bersatu, saling membantu dan menjaga komunikasi, persoalan apa pun akan lebih mudah kita hadapi,” ujarnya.
Zaiqhulhak juga mengingatkan agar perbedaan pilihan, pandangan maupun kepentingan tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan antarmasyarakat. Perbedaan, kata dia, merupakan bagian dari kehidupan yang harus disikapi dengan kedewasaan.
“Jangan sampai perbedaan membuat kita saling bermusuhan. Kita boleh berbeda pendapat, tetapi persaudaraan dan persatuan harus tetap dijaga,” katanya.
Ia berharap momentum Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Pangelean untuk terus memperkuat gotong royong, kepedulian dan rasa memiliki terhadap desa.
“Dari desa kita mulai menjaga persatuan. Mari kita rawat kebersamaan, perkuat gotong royong dan bersama-sama membangun Pangelean yang lebih baik,” tutur Zaiqhulhak.(*)
Editor : Arfa

















Komentar