Dua Pemain Liga 4 Dihukum Seumur Hidup usai Aksi Brutal di Lapangan

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video memperlihatkan aksi kekerasan seorang pemain Liga 4 yang menendang lawan saat pertandingan berlangsung. Insiden ini viral di media sosial dan berujung sanksi larangan beraktivitas seumur hidup dari PSSI.

Tangkapan layar video memperlihatkan aksi kekerasan seorang pemain Liga 4 yang menendang lawan saat pertandingan berlangsung. Insiden ini viral di media sosial dan berujung sanksi larangan beraktivitas seumur hidup dari PSSI.

JAKARTA | PSSI menjatuhkan sanksi terberat berupa larangan beraktivitas seumur hidup di lingkungan sepak bola kepada dua pemain Liga 4 dalam dua hari berturut-turut. Hukuman dijatuhkan setelah aksi kekerasan keduanya di lapangan pertandingan menyita perhatian publik dan viral di media sosial.

Komite Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Jawa Timur, Selasa, 6 Januari 2026, memutuskan menghukum Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan. Hilmi dinilai melakukan tindakan kekerasan berat dengan menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, dalam laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 sehari sebelumnya.

Sehari kemudian, sanksi serupa dijatuhkan Panitia Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta kepada Dwi Pilihanto, pemain KAFI FC. Dwi terbukti menendang wajah pemain UAD FC dalam pertandingan Liga 4 DIY yang digelar Selasa, 6 Januari 2026.

Dua keputusan tersebut menandai sikap tegas federasi terhadap praktik kekerasan di kompetisi level bawah. Video insiden yang beredar luas di media sosial memicu kemarahan publik dan memperkuat desakan agar PSSI memberi hukuman maksimal.

PSSI menilai tindakan kedua pemain tidak hanya melanggar aturan permainan, tetapi juga mencederai nilai sportivitas dan citra sepak bola nasional. Larangan seumur hidup tersebut berlaku untuk seluruh aktivitas sepak bola, baik sebagai pemain, ofisial, maupun keterlibatan lainnya di bawah naungan PSSI.

Kasus ini kembali menyoroti persoalan disiplin dan pengawasan di kompetisi Liga 4, yang kerap luput dari perhatian, namun justru rawan diwarnai tindakan kekerasan.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dilatih Eks Atlet Timnas, Voli Pantai Putri Sumenep Bidik Prestasi di Surabaya
O2SN 2026 Sampang Segera Digelar, Ajang Seleksi Atlet Pelajar Menuju Level Nasional
King’s Merpati Juara JMU Cup 1 2026, Bungkam Angkasa Putra Hidayat 3-0
Atlet Berprestasi Sampang Diguyur Reward, Bukti Nyata Apresiasi Usai Porprov Jatim 2025
Cetak Atlet Sejak Dini, IGORNAS Sampang Gelar Lomba Futsal Pelajar
Porprov Jatim 2027: Ketua KONI Bangkalan Tegas, “Bukan Ajang Coba-Coba”
Sampang Juara! Taklukkan Blitar 2-1, ORADO Sabet Juara Satu Junior di Kejurprov Jatim
Bidik Prestasi, Orado Bangkalan Turunkan Tiga Tim di Kejurprov Jatim 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:28 WIB

Dilatih Eks Atlet Timnas, Voli Pantai Putri Sumenep Bidik Prestasi di Surabaya

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:54 WIB

O2SN 2026 Sampang Segera Digelar, Ajang Seleksi Atlet Pelajar Menuju Level Nasional

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:15 WIB

King’s Merpati Juara JMU Cup 1 2026, Bungkam Angkasa Putra Hidayat 3-0

Rabu, 29 April 2026 - 19:15 WIB

Atlet Berprestasi Sampang Diguyur Reward, Bukti Nyata Apresiasi Usai Porprov Jatim 2025

Selasa, 14 April 2026 - 17:00 WIB

Cetak Atlet Sejak Dini, IGORNAS Sampang Gelar Lomba Futsal Pelajar

Berita Terbaru