
EJABERITA.CO | BANGKALAN – Ribuan pelajar dan masyarakat Kabupaten Bangkalan memadati sejumlah ruas jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam agenda penutupan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Antusiasme warga terlihat sejak siang hari. Ribuan pelajar dan masyarakat rela berdiri di bawah terik matahari di sepanjang jalur menuju lokasi acara untuk melihat langsung kedatangan Presiden Prabowo.
Setibanya di Bangkalan menggunakan kendaraan kepresidenan, Prabowo tampak menyapa warga dan pelajar yang memenuhi pinggir jalan. Meski tidak turun dari mobil, Presiden tetap memberikan respons dengan melambaikan tangan hingga membagikan sejumlah kaus kepada warga yang menyambutnya.
Salah satu pelajar, Kholilurohman, mengaku senang bisa mendapatkan kaus dari Presiden Prabowo.
“Saya cukup senang mendapatkan kaus dari Pak Prabowo,” ujarnya.
Ia mengaku datang karena keinginannya sendiri untuk melihat langsung Presiden, ditambah adanya informasi dari pihak sekolah terkait kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.
“Saya sebelumnya memang berkeinginan sendiri untuk melihat Pak Prabowo, apalagi ada pemberitahuan dari sekolah,” katanya.
Suasana semakin meriah ketika rombongan Presiden melintas. Teriakan dan sapaan dari para pelajar serta warga terdengar sepanjang jalan menuju lokasi penutupan Munas dan Konbes NU di Institut Agama Islam Syaichona Cholil Bangkalan.
Meski Presiden tidak turun dari kendaraan, warga dan para santri yang telah menunggu tetap menunjukkan kegembiraan. Mereka tampak antusias menyambut kehadiran Presiden Prabowo dalam agenda nasional tersebut.
Dalam kunjungan kerja ke Bangkalan, Presiden Prabowo dijadwalkan menutup rangkaian Munas dan Konbes NU 2026 yang sebelumnya berlangsung di Ploso, Kediri, Jawa Timur.
Selain Presiden, acara penutupan tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dari Kabinet Merah Putih. Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Listyo Sigit Prabowo, Agus Subiyanto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Agus Harimurti Yudhoyono. (*)













Komentar