EJABERITA.CO | Bangkalan – Menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan mulai mematangkan persiapan atlet melalui program pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab).
Ketua KONI Bangkalan, Tajul Anwar, menegaskan bahwa ajang Porprov bukan sekadar tempat mencoba kemampuan, melainkan panggung pembuktian prestasi.
“Porprov bukan ajang latihan lagi. Atlet yang berangkat harus siap bertanding dan tidak boleh coba-coba,” tegasnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pelaksanaan Puslatkab tahun ini dilakukan secara mandiri oleh masing-masing cabang olahraga (cabor). Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran yang dimiliki KONI Bangkalan.
“Untuk pelaksanaan latihan, kami serahkan ke masing-masing cabor. KONI tetap melakukan pemantauan, sementara pembiayaan diambil dari dana pembinaan yang difokuskan untuk latihan,” ujarnya.
Menurut Tajul, idealnya pemusatan latihan yang dikelola langsung oleh KONI dapat memberikan dukungan penuh, seperti penyediaan tim support dan vitamin bagi atlet. Namun kondisi anggaran saat ini belum memungkinkan.
“Kalau setiap cabor mampu melaksanakan Puslatkab secara mandiri, silakan. Kami tetap membantu sesuai porsi anggaran yang ada,” tambahnya.
Ia juga menyoroti perubahan kondisi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika dulu anggaran melimpah namun jumlah atlet terbatas, kini justru sebaliknya.
“Sekarang atlet banyak, tapi anggaran terbatas. Tahun ini kami hanya memiliki anggaran sekitar Rp1,5 miliar,” ungkapnya.
Meski demikian, KONI Bangkalan tetap memasang target peningkatan prestasi pada Porprov 2027. Minimal, kontingen Bangkalan harus mampu naik satu peringkat dari capaian sebelumnya.
“Kami ingin penggunaan anggaran tetap efektif dan efisien. Atlet yang berangkat harus siap menang dan bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan,” tegasnya.
Tajul menekankan, setiap atlet yang dikirim membawa nama daerah sekaligus amanah penggunaan anggaran negara, sehingga dituntut tampil maksimal.
“Saya membawa atlet ke Porprov itu ada tanggung jawab besar, baik kepada daerah maupun terhadap uang negara,” pungkasnya.(*)
Editor : Arfa
















