EJABERITA.CO | Bangkalan – Aksi kekerasan terhadap seorang perempuan penjaga loket karcis terjadi di Terminal Bangkalan, Jawa Timur, dan videonya viral di media sosial. Korban diduga menjadi sasaran penganiayaan setelah menolak praktik pungutan liar (pungli) uang keamanan yang disebut telah lama terjadi di area terminal.
Korban diketahui bernama Diana Novita (50), penjaga loket bus di Terminal Bangkalan. Ia mengaku dipukul oleh seorang pria berinisial HS alias Hamsi saat berusaha melerai keributan yang melibatkan anaknya dengan penjaga loket lain.
Dalam video amatir yang beredar, suasana terminal tampak ricuh. Sejumlah orang terlihat terlibat adu mulut hingga terjadi aksi pemukulan terhadap korban oleh pria berbaju putih.
Menurut Diana, keributan bermula dari perselisihan antara anaknya dengan penjaga loket lain karena berebut penumpang.
“Awalnya anak saya terlibat cekcok, saya berusaha melerai,” ujar Diana saat memberikan keterangan, Kamis (21/5/2026).
Namun saat mencoba menenangkan situasi, korban justru mendapat pukulan dari arah belakang.
“Kepala saya dipukul dari belakang sampai benjol,” ungkapnya.
Kericuhan di terminal sempat memanas sebelum akhirnya dilerai petugas terminal yang berada di lokasi. Usai kejadian, Diana langsung melapor ke Polres Bangkalan dengan membawa hasil visum rumah sakit sebagai bukti dugaan penganiayaan.
Tak hanya melaporkan aksi kekerasan, korban juga menuding pelaku merupakan preman terminal yang kerap meminta uang keamanan secara paksa kepada pedagang dan pengelola loket.
“Saya dipukul sama preman yang namanya Hamsi. Karena agen tempat saya bekerja tidak mau membayar uang preman, makanya saya dimusuhi oleh dia,” kata Diana.
Korban menduga penolakan terhadap pungli tersebut menjadi pemicu pelaku menyimpan dendam hingga akhirnya melakukan penganiayaan saat terjadi keributan di terminal.
Kini kasus dugaan penganiayaan sekaligus praktik premanisme di Terminal Bangkalan itu tengah ditangani pihak kepolisian Polres Bangkalan.(*)
Editor : Arfa

















Komentar