EJABERITA.CO | Bangkalan – Sebanyak 104 siswa SDN Kajuanak 4 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Madura, terpaksa mengungsi dan belajar di rumah warga setelah gedung sekolah mereka roboh akibat hujan deras.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama kurang lebih lima bulan terakhir. Para siswa harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) secara darurat di teras dan ruang rumah warga demi tetap melanjutkan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, turun langsung meninjau kondisi sekolah tersebut pada Jumat (1/5/2026). Dalam kunjungannya, ia melihat langsung kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan.
“Sekolah ini sudah masuk dalam anggaran 2026 dan akan segera diproses secepatnya,” tegas Abdul Mu’ti di sela peninjauan.
Ia memastikan pemerintah pusat akan segera melakukan pembangunan ulang melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Adapun rencana pembangunan mencakup revitalisasi 4 ruang kelas, pembangunan 2 ruang kelas baru, serta penambahan 1 ruang UKS dan fasilitas sanitasi berupa toilet.
“Insyaallah sebelum akhir 2026 pembangunan sudah selesai, sehingga siswa bisa kembali belajar dengan nyaman,” tambahnya.
Selain itu, pihak kementerian juga memberikan dukungan dana operasional untuk menunjang kegiatan belajar siswa selama masa transisi di rumah warga.
Diketahui, kerusakan gedung sekolah terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut pada Senin (24/11/2025) malam, yang menyebabkan ruang kelas 1 dan 2 roboh total.
Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Fauzan Jakfar, mengungkapkan bahwa terdapat empat bangunan sekolah yang sudah tidak dapat digunakan sehingga memaksa siswa untuk mengungsi.
“Ada empat bangunan yang tidak bisa ditempati, sehingga siswa harus melaksanakan KBM di rumah warga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keputusan mengungsikan siswa merupakan hasil kesepakatan bersama antara warga, wali murid, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan demi menjaga keselamatan para siswa.
Pemerintah Kabupaten Bangkalan pun berharap pembangunan tidak hanya sebatas perbaikan gedung yang rusak, tetapi juga peningkatan fasilitas penunjang pendidikan agar proses belajar mengajar ke depan lebih optimal.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan Mendikdasmen dan menugaskan Dinas Pendidikan untuk mengawal langsung proses ini,” tutup Fauzan.(*)
Editor : Arfa

















Komentar