
EJABERITA.CO |BANGKALAN – Demam Piala Dunia 2026 kini mulai mewarnai aktivitas kedinasan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Pemandangan unik dan tak biasa terlihat di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bangkalan, di mana seluruh pegawai kompak mengenakan jersey tim nasional kontestan Piala Dunia saat menjalankan tugas pelayanan sehari-hari.
Jika biasanya para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan staf Bawaslu identik dengan seragam dinas yang kaku dan resmi, kali ini mereka tampil lebih kasual dan penuh warna. Nuansa pesta sepak bola empat tahunan tersebut bahkan sudah terasa sejak aktivitas senam pagi hingga proses pelayanan masyarakat di kantor.
Nuansa Stadion di Sudut Kantor
Tak hanya gaya berpakaian pegawai yang berubah, atmosfer ramah sepak bola juga kental terasa di setiap sudut ruangan Kantor Bawaslu Bangkalan. Pihak bawaslu sengaja memasang berbagai atribut pelengkap untuk mendongkrak semangat kerja, antara lain. Bendera negara-negara peserta Piala Dunia 2026, Poster tim dan jadwal lengkap pertandingan juga Photo bootht bertema sepak bola untuk area dokumentasi.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh, mengungkapkan bahwa kebijakan mengenakan jersey tim nasional ini sengaja diizinkan khusus untuk menyambut momentum Piala Dunia 2026. Langkah kreatif ini diambil demi menciptakan suasana kerja yang lebih segar sekaligus mempererat kebersamaan antarpegawai.
“Kami sengaja memfasilitasi momentum Piala Dunia 2026 ini. Pegawai boleh mengenakan jersey tim dukungan masing-masing, tetapi pelayanan dan pekerjaan tetap harus berjalan profesional,” ujar Mustain saat ditemui di kantornya, Rabu (17/6/2026).
Kerja Tetap Prima, Ada Fasilitas Nobar
Mustain menegaskan, meskipun suasana kantor dibuat lebih santai dan meriah, seluruh jajaran pegawai tetap dituntut menjalankan tugas dan tanggung jawab secara prima. Menariknya, Bawaslu Bangkalan juga memberikan kelonggaran waktu istirahat sejenak bagi pegawai untuk nonton bareng (nobar), khususnya untuk pertandingan yang berlangsung pada pagi hari.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjadi <span;>booster<span;> penyegar di tengah padatnya rutinitas pengawasan pemilu, sekaligus meningkatkan produktivitas kerja para ASN.
“Ini bagian dari upaya menjaga semangat dan kekompakan pegawai. Kami ingin menunjukkan bahwa kegemaran terhadap olahraga bisa berjalan seiring dengan profesionalitas dalam bekerja,” tambah Mustain.
Sampaikan Pesan Demokrasi Lewat Sepak Bola
Lebih lanjut, Mustain menjelaskan bahwa momentum Piala Dunia ini juga dimanfaatkan Bawaslu sebagai jembatan untuk menyisipkan edukasi politik dan penguatan konsolidasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Menurutnya, sepak bola dan demokrasi memiliki napas perjuangan yang sama, yaitu sama-sama menjunjung tinggi
“Selama pergelaran Piala Dunia ini, setiap hari Jumat kami anjurkan pegawai memakai jersey sesuai dengan negara dukungannya masing-masing,” pungkasnya.
Aksi unik yang dipelopori Bawaslu Bangkalan ini sukses memberi warna tersendiri. Di tengah demam sepak bola yang mendunia, mereka berhasil membuktikan bahwa atmosfer kerja yang kreatif dan relaks tetap bisa menghasilkan pelayanan publik yang profesional dan maksimal. (*)













Komentar