Dari Brigade Pangan ke Swasembada: Strategi Sampang Menahan Laju Krisis Pangan

Kamis, 4 Desember 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, memberikan arahan dalam Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan Angkatan 141, Desa Kemuning, 4–6 Desember 2025. Kamis, 4/12/2025). (ejaberita.co)

i

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, memberikan arahan dalam Pelatihan Penyiapan Tenaga Kompeten Brigade Pangan Angkatan 141, Desa Kemuning, 4–6 Desember 2025. Kamis, 4/12/2025). (ejaberita.co)

SAMPANG | Pemerintah Kabupaten Sampang kembali memacu penguatan sektor pertanian melalui pelatihan penyempatan tenaga kompeten Brigade Pangan Angkatan 141 yang digelar di rumah Haryono, di Desa Kemoneng kabupaten Sampang, Madura  salah satu tokoh pertanian daerah setempat. Pelatihan ini menghadirkan manager, operator keuangan, operator alsintan, operator prapanen, dan operator perbengkelan.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Suyono, yang menilai penguatan kapasitas SDM lapangan menjadi instrumen kunci menghadapi potensi krisis pangan nasional. “Pertanian masih menjadi sektor yang paling strategis. Tantangannya bukan hanya produksi, tapi juga regenerasi petani,” ujarnya. Kamis, (4/12/2025).

Suyono menyoroti fenomena klasik: minimnya minat anak muda untuk terjun ke sawah. Pandangan bahwa pertanian tidak menjanjikan membuat sektor ini ditinggalkan generasi muda, padahal peluang ekonominya terbuka lebar.

Ia mencontohkan sejumlah petani lokal yang berhasil mengembangkan usaha mulai dari penangkaran benih, wisata petik melon, hingga sosok Pak Mahfud yang kini menjabat sebagai anggota dewan berkat kiprah di dunia pertanian.

“Pertanian bisa mengubah hidup, dan banyak contoh di Sampang. Ini yang harus dipahami generasi milenial,” kata Suyono.

Dalam paparannya, Suyono menyebut tren produksi padi di Sampang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir:

  • 2023: 311 ribu ton
  • 2024: 325 ribu ton
  • 2025. : 370 ribu ton

Ia menilai angka tersebut bukan hanya hasil kerja keras petani, tapi juga bukti bahwa produktivitas Sampang mampu menahan tekanan krisis pangan nasional. Menariknya, sebagian besar hasil panen masyarakat tidak dijual, melainkan disimpan untuk konsumsi rumah tangga indikator kuatnya kemandirian pangan di tingkat keluarga.

Pelatihan Brigade Pangan disebut sebagai salah satu instrumen kunci untuk memperkuat basis produksi, memastikan ketersediaan tenaga kompeten, serta mempercepat profesionalisasi sektor pertanian di Sampang.

Menurut Suyono, strategi ini bukan sekadar mengejar angka tanam dan panen, tapi membangun swasembada pangan daerah agar masyarakat tidak tercebur dalam arus krisis pangan global.

“Kalau SDM kuat, teknologi jalan, dan petani muda mau turun, Sampang bisa jadi contoh daerah yang mandiri pangan,” katanya menutup arahannya.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prioritaskan Warga KTP Lama, Pemkot Surabaya Buka Ribuan Peluang Kerja hingga Pasar Ekspor
PCNU Se-Madura Raya Dorong Bangkalan Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU
Halo Matahari Muncul di Langit Sampang, Warga Takjub Lihat “Cincin Pelangi” di Tengah Terik
MBG di Tragah Bangkalan Tercemar Ulat, Satgas: Ini Kecerobohan Serius
Mathur Husyairi: Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana, Hukum Jangan Bisa Dinegosiasikan
Skandal Dana Desa Saplasah: Laporan Masuk, Progres Penanganan Dipertanyakan
Surabaya Sikat Ayah Abai: 7.642 Mantan Suami Kena Blokir
Ibu dan Anak Ditemukan Tewas di Sungai Bangkalan, Diduga Bunuh Diri Akibat Depresi

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 21:05 WIB

PCNU Se-Madura Raya Dorong Bangkalan Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-35 NU

Jumat, 3 April 2026 - 18:58 WIB

Halo Matahari Muncul di Langit Sampang, Warga Takjub Lihat “Cincin Pelangi” di Tengah Terik

Kamis, 2 April 2026 - 18:26 WIB

MBG di Tragah Bangkalan Tercemar Ulat, Satgas: Ini Kecerobohan Serius

Kamis, 2 April 2026 - 18:17 WIB

Mathur Husyairi: Pengembalian Uang Tak Hapus Pidana, Hukum Jangan Bisa Dinegosiasikan

Kamis, 2 April 2026 - 15:42 WIB

Skandal Dana Desa Saplasah: Laporan Masuk, Progres Penanganan Dipertanyakan

Berita Terbaru