FORMAD Desak Menteri Keuangan Berlakukan Tarif Khusus Rokok untuk Selamatkan Industri Lokal Madura

Rabu, 15 April 2026 - 15:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Logo Forum Mahasiswa Madura (FORMAD), organisasi mahasiswa yang mendorong kebijakan tarif khusus rokok untuk melindungi industri rokok lokal serta keberlangsungan ekonomi masyarakat Madura.

Logo Forum Mahasiswa Madura (FORMAD), organisasi mahasiswa yang mendorong kebijakan tarif khusus rokok untuk melindungi industri rokok lokal serta keberlangsungan ekonomi masyarakat Madura.

EJABERITA.CO | Bangkalan – Forum Mahasiswa Madura (FORMAD) mendesak Menteri Keuangan Republik Indonesia segera memberlakukan tarif khusus rokok guna melindungi keberlangsungan industri rokok lokal, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di daerah penghasil tembakau seperti Madura.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul kekhawatiran FORMAD terhadap kebijakan tarif cukai rokok yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada industri lokal. Saat ini, pelaku usaha rokok skala kecil menghadapi tekanan besar akibat persaingan yang tidak seimbang dengan industri besar yang memiliki kapasitas produksi dan distribusi jauh lebih kuat.

Ketua Umum FORMAD, Cak Sholeh, menegaskan bahwa industri rokok lokal memiliki peran vital dalam menopang perekonomian masyarakat Madura. Menurutnya, sektor ini tidak hanya menyangkut bisnis semata, tetapi juga menjadi sumber penghidupan ribuan petani tembakau, buruh linting, hingga pelaku usaha rumahan.

“Industri rokok lokal bukan hanya soal bisnis, tetapi menyangkut keberlangsungan hidup ribuan petani tembakau, buruh linting, hingga pelaku usaha kecil. Negara harus hadir memberikan perlindungan,” ujarnya. Rabu, (15/4/2026).

FORMAD menilai penerapan tarif khusus rokok menjadi langkah strategis agar industri lokal tetap bertahan di tengah ketatnya tekanan pasar. Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga meminta pemerintah memperkuat skema perlindungan melalui penerapan pita cukai golongan III yang lebih berpihak kepada industri kecil dan tradisional.

Menurut FORMAD, pita cukai golongan III sangat penting karena dapat memberikan ruang keringanan fiskal bagi produsen kecil, sehingga mereka tetap mampu beroperasi secara legal dan kompetitif. Kebijakan ini dinilai sebagai instrumen penting dalam menjaga keberlangsungan rantai ekonomi tembakau dari hulu hingga hilir.

“Pita cukai golongan III bukan hanya soal klasifikasi fiskal, tetapi bentuk keadilan bagi pelaku usaha kecil agar mereka tidak tersingkir oleh dominasi industri besar,” tambah Cak Sholeh.

FORMAD juga menekankan bahwa daerah seperti Madura memiliki ketergantungan ekonomi yang tinggi terhadap sektor tembakau. Jika industri lokal melemah akibat kebijakan yang tidak berpihak, dampaknya akan langsung dirasakan masyarakat luas, terutama petani dan pekerja sektor informal.

Di sisi lain, FORMAD menyatakan tetap mendukung langkah pemerintah dalam mengendalikan konsumsi rokok melalui instrumen cukai. Namun, menurut mereka, kebijakan fiskal harus tetap mempertimbangkan keseimbangan antara aspek kesehatan, penerimaan negara, dan keberlangsungan industri rakyat.

Sebagai penutup, FORMAD berharap Kementerian Keuangan segera mengkaji serta merealisasikan kebijakan tarif khusus rokok yang terintegrasi dengan pita cukai golongan III. Langkah tersebut dianggap penting sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap industri dalam negeri sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di daerah penghasil tembakau seperti Madura.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB