Maut di Proyek Bank Jatim Sumenep: Pekerja Tewas Tersengat Listrik, APD Diduga Diabaikan

Minggu, 19 April 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas medis memberikan penanganan intensif terhadap korban pekerja proyek yang diduga tersengat listrik di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sabtu (18/4). Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

i

Petugas medis memberikan penanganan intensif terhadap korban pekerja proyek yang diduga tersengat listrik di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Sabtu (18/4). Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

EJABERITA.CO | SUMENEP – Kematian seorang pekerja proyek berinisial Y di lokasi renovasi Kantor Bank Jatim Cabang Sumenep menyisakan tanda tanya besar. Insiden yang terjadi pada Sabtu (18/4) pagi itu diduga kuat bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, melainkan berkaitan dengan lemahnya standar keselamatan kerja.

Korban diduga tersengat listrik saat melakukan penyambungan kabel di area perbaikan interior kantor bank milik BUMD Jawa Timur tersebut. Sekitar pukul 09.10 WIB, Y langsung dilarikan ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Namun, upaya penyelamatan tidak berhasil. Nyawa korban tidak tertolong.

Informasi dari pihak keluarga mengungkap adanya dugaan kondisi instalasi listrik yang tidak aman di lokasi proyek. Ponakan korban, Riki, menyebut kabel yang digunakan dalam pekerjaan tersebut dalam kondisi rusak.

“Menurut keterangan dari pihak perusahaan, di lokasi proyek banyak kabel yang isolasinya sudah terkelupas,” ujarnya.

Kondisi kabel dengan isolasi terkelupas sangat berbahaya karena dapat menyebabkan arus listrik terbuka dan meningkatkan risiko sengatan fatal, terutama dalam pekerjaan instalasi listrik.

Tak hanya itu, sorotan juga mengarah pada minimnya penggunaan alat pelindung diri (APD) di lokasi proyek. Berdasarkan pantauan selama proses renovasi berlangsung, sejumlah pekerja terlihat tidak menggunakan perlengkapan keselamatan standar seperti helm proyek dan sarung tangan isolasi.

Seorang nasabah Bank Jatim berinisial K mengaku kerap melihat kondisi tersebut saat berada di lokasi.

“Saya beberapa kali ke bank saat renovasi. Ada pekerja yang tidak pakai helm atau sarung tangan. Padahal pekerjaannya berisiko,” katanya.

Proyek renovasi diketahui tetap berjalan berdampingan dengan aktivitas pelayanan perbankan. Hal ini membuat kondisi kerja para pekerja dapat dengan mudah terlihat oleh publik.

Pihak Bank Jatim Sumenep menyatakan bahwa proyek tersebut dikerjakan oleh vendor dari Surabaya. Bagian Umum Bank Jatim Sumenep, Melli, mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari pelaksana proyek.

“Karena ini dikerjakan oleh vendor, kami masih menunggu laporan lengkap untuk memastikan kronologi kejadian,” ujarnya.

Meski demikian, dalam praktik konstruksi, tanggung jawab keselamatan kerja tidak sepenuhnya berada di tangan kontraktor. Pemilik proyek dan pengawas tetap memiliki kewajiban memastikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diterapkan secara ketat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak vendor terkait kondisi instalasi listrik maupun prosedur keselamatan yang diterapkan di lapangan. Aparat berwenang juga masih belum mengumumkan hasil penyelidikan atas penyebab pasti insiden tersebut.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bahwa dalam setiap proyek, yang dipertaruhkan bukan hanya target pengerjaan dan anggaran, tetapi juga keselamatan nyawa manusia. (*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FKDT Bangkalan Resmi Dilantik, Fauzan Dorong Madin Jadi Benteng Moral Generasi Muda
Kasus H. Latif Memanas: LBH Achmad Madani Putra Gugat Balik Polres Pamekasan dan Pelapor ke Polri
Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030
Konser Pendidikan Sabilillah Sampang 2026 Meriah, Cetak Generasi Emas Berbasis Seni dan Karakter
Kasus Video Tak Senonoh Diduga Libatkan Pelajar SMP, Polisi Pamekasan Amankan Satu Orang
Ketua DPRD Sampang Ikuti KPPD di Lemhanas, Perkuat Fungsi Pengawasan dan Anggaran
Libatkan Muspika dan Elemen Masyarakat, Sosialisasi Satgas Premanisme Digelar di Kwanyar
FORMAD Desak Menteri Keuangan Berlakukan Tarif Khusus Rokok untuk Selamatkan Industri Lokal Madura

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 16:18 WIB

FKDT Bangkalan Resmi Dilantik, Fauzan Dorong Madin Jadi Benteng Moral Generasi Muda

Minggu, 19 April 2026 - 16:13 WIB

Kasus H. Latif Memanas: LBH Achmad Madani Putra Gugat Balik Polres Pamekasan dan Pelapor ke Polri

Minggu, 19 April 2026 - 06:04 WIB

Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030

Minggu, 19 April 2026 - 05:56 WIB

Konser Pendidikan Sabilillah Sampang 2026 Meriah, Cetak Generasi Emas Berbasis Seni dan Karakter

Minggu, 19 April 2026 - 05:47 WIB

Maut di Proyek Bank Jatim Sumenep: Pekerja Tewas Tersengat Listrik, APD Diduga Diabaikan

Berita Terbaru