Kasus Video Tak Senonoh Diduga Libatkan Pelajar SMP, Polisi Pamekasan Amankan Satu Orang

Sabtu, 18 April 2026 - 00:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EJABERITA.CO | Pamekasan – Penanganan kasus video tak senonoh yang diduga melibatkan pelajar SMP di Kabupaten Pamekasan terus bergulir. Aparat dari Polres Pamekasan kini telah mengamankan satu orang yang diduga berkaitan dengan video yang sempat viral di media sosial tersebut.

Video berdurasi lebih dari empat menit itu sebelumnya menyebar cepat melalui berbagai platform digital seperti TikTok dan WhatsApp. Isinya menuai perhatian luas karena diduga melibatkan anak di bawah umur.

Merespons hal itu, kepolisian langsung melakukan penelusuran untuk mengungkap asal mula beredarnya video tersebut. Fokus penyelidikan tidak hanya pada pihak yang terlibat dalam video, tetapi juga pada jalur distribusi konten hingga bisa tersebar luas di ruang publik digital.

Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, membenarkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan mengamankan seorang terduga pelaku.

“Sudah kami amankan, dan saat ini masih kami dalami, termasuk menelusuri siapa yang pertama kali menyebarkan video tersebut,” ungkapnya, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya, pengungkapan kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Polisi saat ini tengah mengumpulkan berbagai bukti digital serta keterangan saksi untuk memastikan konstruksi peristiwa secara utuh.

Informasi sementara yang dihimpun menyebutkan bahwa dua sosok dalam video tersebut diduga merupakan pelajar kelas 9 dari salah satu SMP di wilayah Kecamatan Larangan. Namun, kepastian identitas dan keterlibatan mereka masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.

Di sisi lain, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan ulang video tersebut. Selain berpotensi melanggar hukum, tindakan tersebut juga dinilai dapat memperburuk kondisi korban, terutama jika benar melibatkan anak di bawah umur.

Kasus ini menjadi perhatian serius aparat, mengingat dampaknya tidak hanya pada aspek hukum, tetapi juga psikologis serta masa depan pihak yang terlibat. Oleh karena itu, penyidik berupaya mengusut tuntas jaringan penyebaran konten tersebut.

Hingga saat ini, Polres Pamekasan masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga memiliki peran dalam penyebaran video tersebut.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua DPRD Sampang Ikuti KPPD di Lemhanas, Perkuat Fungsi Pengawasan dan Anggaran
Libatkan Muspika dan Elemen Masyarakat, Sosialisasi Satgas Premanisme Digelar di Kwanyar
FORMAD Desak Menteri Keuangan Berlakukan Tarif Khusus Rokok untuk Selamatkan Industri Lokal Madura
Nelayan di Bangkalan Ditemukan Tewas Mengambang, Sempat Hilang Usai Pamit Cari Ikan
Lawan Krisis Iklim, DLH Bangkalan Tanam Puluhan Bibit di Lingkungan OPD
BUMD Sampang Bersinar di Tingkat Nasional, Bupati dan Dirut BPR Syariah Raih Penghargaan Bergengsi
Guyub Rukun! Halal Bihalal RT 03 Griya Utama II Bangkalan Pererat Silaturahmi Warga
Ketua BAZNAS Sampang Bantah Isu Rangkap Jabatan, Tegaskan Sudah Kantongi Izin Resmi

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 00:26 WIB

Kasus Video Tak Senonoh Diduga Libatkan Pelajar SMP, Polisi Pamekasan Amankan Satu Orang

Kamis, 16 April 2026 - 16:48 WIB

Ketua DPRD Sampang Ikuti KPPD di Lemhanas, Perkuat Fungsi Pengawasan dan Anggaran

Rabu, 15 April 2026 - 23:37 WIB

Libatkan Muspika dan Elemen Masyarakat, Sosialisasi Satgas Premanisme Digelar di Kwanyar

Rabu, 15 April 2026 - 15:30 WIB

FORMAD Desak Menteri Keuangan Berlakukan Tarif Khusus Rokok untuk Selamatkan Industri Lokal Madura

Selasa, 14 April 2026 - 23:34 WIB

Nelayan di Bangkalan Ditemukan Tewas Mengambang, Sempat Hilang Usai Pamit Cari Ikan

Berita Terbaru