Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030

Minggu, 19 April 2026 - 06:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Desaku Asik oleh Dinkes Sampang dan Puskesmas Jrengik untuk meningkatkan deteksi dini serta menghapus stigma terhadap penderita kusta dan TB.

Kegiatan Desaku Asik oleh Dinkes Sampang dan Puskesmas Jrengik untuk meningkatkan deteksi dini serta menghapus stigma terhadap penderita kusta dan TB.

EJABERITA.CO | Sampang – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Kabupaten Sampang bekerja sama dengan Puskesmas Jrengik menggelar kegiatan Desa Sahabat Kusta Tanpa Stigma, Diskriminasi, dan Siap Eliminasi Kusta (Desaku Asik), Jumat (17/4/2026).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, mengungkapkan bahwa capaian skrining hingga minggu ke-12 baru mencapai 123 orang dari target 972 atau sekitar 12,66 persen.

Sementara itu, jumlah terduga kasus mencapai 123 dari target 97 atau 126,6 persen. Namun, penemuan kasus masih tergolong rendah, yakni 4 kasus dari target 16 atau sekitar 24,7 persen.

“Kasus kusta di wilayah Puskesmas Jrengik pada tahun 2025 sebanyak 11 kasus, sedangkan tahun 2026 baru ditemukan 1 kasus di Desa Taman,” jelasnya.

Menurut Syamsul, program Desaku Asik dan Desa Siaga TB bertujuan untuk menghapus stigma dan diskriminasi terhadap penderita kusta dan tuberkulosis (TB), sekaligus menekan angka kasus melalui pemberdayaan masyarakat dan peran aktif tenaga kesehatan.

Ia menambahkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi serta pembagian kartu “Ayo Temukan Bercak” sebagai upaya deteksi dini dan pelacakan kasus kusta di masyarakat.

“Ke depan kami akan memperkuat sosialisasi dan distribusi kartu tersebut agar masyarakat lebih sadar melakukan deteksi dini,” ujarnya.

Syamsul menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kusta dan TB membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk dalam penyebaran informasi dan penguatan program desa siaga.

“Kami berharap penemuan kasus bisa meningkat sehingga pasien segera mendapatkan pengobatan dan target eliminasi kusta tahun 2030 dapat tercapai,” tegasnya.

Selain itu, pihaknya juga menekankan pentingnya meningkatkan motivasi pasien agar menjalani pengobatan hingga tuntas guna mencegah penularan dan komplikasi.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan sistem skrining berbasis digital melalui SIJELITA (Skrining Jatim Eliminasi Kusta), yang dapat digunakan oleh kontak erat penderita maupun masyarakat umum.

“Deteksi dini sangat penting, dan pengisian skrining melalui SIJELITA menjadi salah satu langkah strategis dalam percepatan eliminasi kusta,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan Dokter Spesialis Anak Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Anak
Gerak Cepat di Bangkalan, Puskesmas Burneh Turun Langsung Lawan TBC
Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi
RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan
Bupati Sampang Hadiri Peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 di Kemenkes RI
SPPG Bertambah, IDI Pertanyakan Pengawasan MBG di Bangkalan
Sampang Cetak Sejarah, UHC Award Utama Nasional Diraih dengan Kepesertaan JKN 101 Persen
Sampang Jadi Arena Adu Cepat Penyelamatan Nyawa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 18:48 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Hadirkan Dokter Spesialis Anak Baru, Perkuat Layanan Kesehatan Anak

Rabu, 29 April 2026 - 19:27 WIB

Gerak Cepat di Bangkalan, Puskesmas Burneh Turun Langsung Lawan TBC

Minggu, 19 April 2026 - 06:04 WIB

Dinkes Sampang Genjot Program “Desaku Asik”, Perangi Stigma dan Kejar Eliminasi Kusta 2030

Rabu, 8 April 2026 - 12:12 WIB

Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:54 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan

Berita Terbaru