Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi

Rabu, 8 April 2026 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Dinas Kesehatan Sampang memberikan keterangan kepada awak media terkait meningkatnya kasus Campak di wilayah tersebut.

i

Pejabat Dinas Kesehatan Sampang memberikan keterangan kepada awak media terkait meningkatnya kasus Campak di wilayah tersebut.

EJABERITA.CO  | Sampang – Penyakit menular berbahaya seperti Campak menjadi perhatian serius di Kabupaten Sampang. Hingga awal April 2026, tercatat sebanyak 90 kasus tersebar di sejumlah wilayah.

Berdasarkan data dari 22 puskesmas di Kabupaten Sampang, terdapat tiga wilayah dengan kasus tertinggi, yakni Puskesmas Tambelangan, Banyuanyar, dan Robatal, masing-masing mencatat 12 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang, Syamsul Hidayat, melalui Ketua Tim Survei Imunisasi, Laili Nafila, menjelaskan bahwa puluhan kasus tersebut berasal dari 11 kecamatan yang terindikasi Campak.

“Kecuali Puskesmas Tamberuh dan Bunten Barat yang tidak melaporkan,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Laili juga membenarkan adanya laporan pasien meninggal dunia akibat Campak. Namun, pasien tersebut bukan berdomisili di Sampang saat sakit, melainkan tertular saat berada di Jakarta.

“Pasien ini warga Sampang asal Kecamatan Kedungdung. Namun, yang bersangkutan sudah sakit sejak di Jakarta dan saat mudik langsung dibawa ke rumah sakit tanpa sempat pulang,” jelasnya.

Ia menambahkan, penularan Campak terjadi melalui kontak langsung dengan penderita, terutama pada individu dengan daya tahan tubuh rendah.

Menurutnya, salah satu faktor utama tingginya kasus adalah rendahnya cakupan imunisasi di masyarakat, sehingga meningkatkan risiko penularan.

“Penderita Campak umumnya memiliki riwayat imunisasi yang rendah, sehingga daya tahan tubuhnya tidak optimal,” ungkapnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan terus menggencarkan berbagai upaya, mulai dari penguatan peran puskesmas dan posyandu, hingga sosialisasi kepada tokoh agama dan pemanfaatan media sosial.

“Kami terus melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran terhadap pentingnya imunisasi meningkat,” pungkas Laili.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan
Bupati Sampang Hadiri Peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 di Kemenkes RI
SPPG Bertambah, IDI Pertanyakan Pengawasan MBG di Bangkalan
Sampang Cetak Sejarah, UHC Award Utama Nasional Diraih dengan Kepesertaan JKN 101 Persen
Sampang Jadi Arena Adu Cepat Penyelamatan Nyawa
Dinkes Sampang Pastikan Isu Super Flu Tak Berbahaya, Warga Diminta Tak Panik
Langkah Pelan Nenek Supiyah Demi Melihat Dunia Lebih Jelas
Moh. Syukur Gelar Pengobatan dan Pemeriksaan Mata Gratis, Warga Geger Merasa Sangat Terbantu

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:12 WIB

Kasus Campak di Sampang Capai 90, Dinkes Soroti Rendahnya Imunisasi

Rabu, 11 Maret 2026 - 20:54 WIB

RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Gelar Forum Komunikasi Publik untuk Evaluasi Layanan Kesehatan

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:31 WIB

Bupati Sampang Hadiri Peringatan Hari Kusta Sedunia 2026 di Kemenkes RI

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:44 WIB

SPPG Bertambah, IDI Pertanyakan Pengawasan MBG di Bangkalan

Selasa, 27 Januari 2026 - 19:23 WIB

Sampang Cetak Sejarah, UHC Award Utama Nasional Diraih dengan Kepesertaan JKN 101 Persen

Berita Terbaru