Pendidikan

Viral Tanpa KBM, SDN Batuporo Timur 1 Sampang Terancam Ditutup Permanen

SAMPANG | Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, terancam gulung tikar setelah viral di media sosial karena tidak adanya kegiatan belajar mengajar (KBM). Kondisi tersebut memantik reaksi keras dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Nor Alam, mengaku kecewa setelah memanggil kepala sekolah dan seluruh tenaga pendidik SDN Batuporo Timur 1. Dari hasil klarifikasi, terungkap sejumlah kejanggalan serius dalam pengelolaan sekolah tersebut.

“Faktanya, siswa hanya masuk sekolah satu hari dalam seminggu, yakni setiap hari Jumat,” ujar Nor Alam, Kamis (22/1/2026).

Ironisnya, pada hari-hari selain Jumat, para siswa justru mengikuti kegiatan belajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI) swasta yang lokasinya berada tak jauh dari gedung SDN Batuporo Timur 1. Praktik ini diduga merupakan kelanjutan pola belajar tidak normal sejak masa pandemi Covid-19.

“Ini pola pascapandemi yang tidak pernah dibenahi. Saat pandemi siswa tidak masuk, lalu setelah pandemi berakhir mereka justru melanjutkan sekolah di MI,” ungkapnya.

Meski secara faktual sekolah nyaris tanpa murid, data administrasi kependudukan seperti Kartu Keluarga (KK) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa masih tercatat resmi di SD tersebut. Kondisi ini membuat data Dapodik tetap terlihat valid.

“Ini yang membuat data administrasi tetap jalan, meski di lapangan sekolahnya kosong,” tegas Nor Alam.

Ia juga menyoroti penggunaan Smart Panel, fasilitas bantuan pemerintah, yang justru dipakai untuk memutar musik dangdut. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan sarana pendidikan.

“Saya tegaskan, alat itu fungsinya menunjang proses belajar mengajar, bukan untuk hiburan pribadi,” katanya.

Lebih ironis lagi, terdapat tujuh orang guru yang tercatat hadir setiap hari meski tidak ada aktivitas pembelajaran.

“Memang ada tujuh guru yang datang untuk bersih-bersih, tapi proses belajar mengajar memang tidak ada. Ini ironi besar dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Terkait penggunaan listrik yang bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Nor Alam menegaskan tanggung jawab sepenuhnya berada di pihak sekolah.

“Soal anggaran listrik dari dana BOS, mereka yang lebih tahu digunakan untuk apa saja ketika murid tidak ada,” ucapnya.

Disdik Sampang memastikan akan melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Agama, untuk menelusuri dugaan data ganda siswa antara SD dan MI.

“Jika nanti terbukti ada data ganda dan orang tua memang lebih memilih MI, maka keputusannya jelas: SDN Batuporo Timur 1 siap kami tutup secara permanen,” tegasnya.

Nor Alam juga memastikan telah menyiapkan skema pascapenutupan agar anggaran negara tidak terus terbuang sia-sia.

“Jika ditutup, seluruh guru akan kami distribusikan ke sekolah lain yang masih kekurangan tenaga pendidik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang, Mahfud, menyatakan akan memanggil Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kalau memang tidak ada aktivitas KBM, bubarkan saja sekolah itu. Distribusi MBG dialihkan ke sekolah lain agar negara tidak membayar orang yang hanya duduk-duduk tanpa manfaat,” tandasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *