Penagihan Digital dan Teror Debt Collector di Jalan Raya

Minggu, 21 Desember 2025 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA | Praktik penagihan kredit kendaraan bermotor berbasis aplikasi digital kian meresahkan masyarakat. Aplikasi penagihan yang digunakan oleh debt collector atau mata elang (matel) dinilai menjadi alat baru untuk melakukan penarikan kendaraan secara paksa di jalan raya, bahkan disertai intimidasi terhadap pemilik kendaraan.

Di sejumlah ruas jalan padat Ibu Kota, salah satunya kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, mata elang kerap terlihat memantau kendaraan yang melintas. Mereka berhenti di pinggir jalan, trotoar, hingga depan ruko kosong sambil mengecek nomor polisi kendaraan menggunakan ponsel.

Pengecekan tersebut dilakukan melalui aplikasi digital yang dapat diunduh secara bebas di Playstore. Salah satu aplikasi yang banyak digunakan adalah BestMatel, yang telah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna. Aplikasi ini memungkinkan siapa pun melacak kendaraan hanya dengan memasukkan nomor pelat.

Proses pendaftaran aplikasi tergolong mudah. Pengguna cukup memasukkan nomor telepon, nama, kota asal, dan kata sandi. Kondisi ini membuat aplikasi tidak hanya diakses oleh debt collector resmi leasing, tetapi juga oleh pihak lain yang berpotensi menyalahgunakan data.

Melalui fitur pencarian nopol, aplikasi tersebut menampilkan data detail kendaraan, mulai dari nomor rangka, nomor mesin, model kendaraan, nama pemilik, lembaga pembiayaan, cabang leasing, hingga sisa cicilan. Data kendaraan bermasalah bahkan diperbarui secara real time setiap menit, dengan jumlah mencapai lebih dari 1,7 juta unit.

Akses gratis aplikasi hanya berlaku dua hari. Setelah itu, pengguna dikenakan biaya langganan mulai Rp 60 ribu hingga Rp 270 ribu dengan pembayaran melalui transfer ke rekening pribadi.

Pengamat keamanan siber Alfons Tanujaya menilai, praktik tersebut melanggar Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

“Dari sisi privasi, data kendaraan dan identitas pemilik tidak boleh diakses publik hanya dengan memasukkan nomor pelat. Ini jelas pelanggaran UU PDP,” ujar Alfons saat dihubungi, Selasa (16/12/2025).

Menurutnya, data yang bocor berpotensi disalahgunakan tidak hanya untuk penagihan, tetapi juga untuk penipuan dan tindak kriminal lain. Alfons menegaskan, sekalipun dilakukan oleh debt collector resmi, penarikan kendaraan tetap harus mengikuti prosedur hukum dan disertai surat tugas resmi, bukan dilakukan secara paksa di jalan.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI) telah mengajukan penghapusan delapan aplikasi mata elang dari platform digital.

“Enam aplikasi sudah tidak aktif dan dua lainnya masih dalam proses,” ujar Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar, Jumat (19/12/2025).

Alexander menjelaskan, aplikasi mata elang selama ini digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan bermasalah melalui nomor polisi secara real time dengan basis data dari perusahaan leasing. Data yang ditampilkan mencakup identitas debitur, kendaraan, hingga ciri fisik, sehingga memudahkan pelacakan dan penarikan di lapangan.

Selain penghapusan aplikasi, Komdigi juga menyelidiki dugaan penjualan dan penyalahgunaan data nasabah pembiayaan kendaraan bermotor. Penindakan dilakukan sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 dengan melibatkan Otoritas Jasa Keuangan dan Kepolisian.

Pemerintah berjanji memperketat pengawasan ruang digital guna melindungi data pribadi masyarakat dan menekan praktik penagihan yang meresahkan di ruang publik.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ratusan Warga Bangkalan Padati Pasar Murah, Beras dan Minyak Goreng Ludes Diburu
Dikenal Disiplin dan Peduli Bawahan, Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ruly Yunis Stiawati Tinggalkan Duka Mendalam
Sampang Jadi Pusat Perhatian Nasional, Prabowo Luncurkan Program Jalan Daerah Terbesar 2026
Pupuk Indonesia Sebut Bangkalan Jadi Pionir Pertanian Digital di Indonesia
Ribuan Pelajar dan Warga Bangkalan Antusias Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Penutupan Munas-Konbes NU
Bicara Apa Adanya di Penutupan Munas-Kombes NU, Prabowo Sebut Banyak Kekayaan Negara Menguap ke Luar Negeri
Jelang Kedatangan Presiden Prabowo, Gus Ipul Cek Langsung Kesiapan Penutupan Munas-Konbes NU
Sambut Piala Dunia 2026, Pegawai Bawaslu Bangkalan Kompak ‘Ngantor’ Pakai Jersey Bola

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 15:33 WIB

Ratusan Warga Bangkalan Padati Pasar Murah, Beras dan Minyak Goreng Ludes Diburu

Jumat, 26 Juni 2026 - 22:08 WIB

Dikenal Disiplin dan Peduli Bawahan, Sekretaris Dinas PRKP Bangkalan Ruly Yunis Stiawati Tinggalkan Duka Mendalam

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:42 WIB

Sampang Jadi Pusat Perhatian Nasional, Prabowo Luncurkan Program Jalan Daerah Terbesar 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:29 WIB

Pupuk Indonesia Sebut Bangkalan Jadi Pionir Pertanian Digital di Indonesia

Selasa, 23 Juni 2026 - 23:06 WIB

Ribuan Pelajar dan Warga Bangkalan Antusias Sambut Kedatangan Presiden Prabowo di Penutupan Munas-Konbes NU

Berita Terbaru