Empat Pilar Dibahas Lewat Dialog Terbuka, Said Abdullah Dorong Anak Muda Berpikir Kritis

Selasa, 23 Desember 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KEGIATAN. Suasana dialog Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung interaktif, diikuti antusias oleh generasi muda bersama para narasumber di Madura. (redaksi/ejaberita.co)

KEGIATAN. Suasana dialog Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang berlangsung interaktif, diikuti antusias oleh generasi muda bersama para narasumber di Madura. (redaksi/ejaberita.co)

SUMENEP | Kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang diinisiasi anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, kembali digelar dengan pendekatan yang lebih partisipatif.

Agenda tersebut memasuki hari kedua dengan format diskusi terbuka yang memberi ruang luas bagi interaksi dua arah antara peserta dan pemateri.

Acara berlangsung di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, pada Selasa sore, 23 Desember 2025. Suasana forum tampak hidup dengan keterlibatan aktif peserta yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda.

Tidak seperti sosialisasi konvensional yang bersifat ceramah satu arah, kegiatan ini sejak awal dirancang sebagai ruang dialog.

Para peserta diajak berdiskusi secara langsung untuk mengulas berbagai isu aktual yang berkaitan dengan implementasi nilai-nilai Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pemateri, Khairul Umam, menilai pendekatan dialogis menjadi kunci agar Empat Pilar Kebangsaan tidak berhenti sebagai konsep normatif semata.

Menurutnya, nilai-nilai dasar negara akan memiliki daya hidup jika dipahami secara mendalam dan diwujudkan dalam praktik sosial.

“Nilai kebangsaan yang hanya dihafalkan tanpa pemahaman mendalam akan mudah rapuh. Forum dialog seperti ini penting agar generasi muda terbiasa berpikir kritis, berproses, dan berani mengambil peran nyata di tengah masyarakat,” ujar Khairul saat sesi tanya jawab, Selasa (23/12).

Ia juga mendorong peserta untuk membuka ruang komunikasi lintas perbedaan, baik perbedaan pandangan politik maupun latar belakang sosial.

Sikap tertutup, menurutnya, justru berpotensi menggerus semangat persatuan yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

“Gagasan kebangsaan seharusnya tumbuh dari berbagai sudut pandang. Ketika kita membatasi diri karena perbedaan identitas atau pilihan politik, ruang perkembangan kita menjadi terbatas. Empat Pilar harus diposisikan sebagai pedoman etis, bukan sekadar slogan,” tegasnya.

Pemateri lainnya, Ahmad Wasil, menyoroti kenyataan bahwa penerapan Empat Pilar Kebangsaan masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menilai dinamika sosial yang terus berubah menuntut pembaruan cara pandang terhadap nilai-nilai dasar negara.

“Jika Empat Pilar benar-benar dijalankan secara menyeluruh, mungkin forum diskusi seperti ini tidak lagi diperlukan. Faktanya, banyak nilai kebangsaan yang masih berhenti di level wacana,” ungkap Ahmad menanggapi pertanyaan peserta.

Ahmad juga menekankan pentingnya memanfaatkan ruang-ruang dialog nonformal, seperti obrolan di warung kopi, sebagai sarana menguji relevansi nilai kebangsaan dalam konteks sosial yang nyata.

“Di ruang-ruang sederhana itulah nilai kebangsaan diuji secara langsung. Anak muda harus progresif, punya inisiatif, dan siap menjadi motor perubahan,” jelasnya.

Diskusi tersebut turut didampingi dua tenaga ahli MH. Said Abdullah, yakni Moh. Fauzi dan Slamet Hidayat.

Keduanya sepakat bahwa sosialisasi Empat Pilar perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan metode dialogis agar tetap kontekstual dan dapat menjangkau generasi muda secara efektif.

Melalui diskusi yang terbuka dan kritis, kegiatan ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta mengenai Empat Pilar Kebangsaan, tetapi juga mendorong lahirnya kesadaran untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kebangsaan dalam praktik kehidupan sosial sehari-hari. (*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru