Beasiswa Rakyat Dibajak? Anak Pejabat Diduga Serap Dana Pemuda Tangguh Surabaya

Selasa, 27 Januari 2026 - 09:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi | Foto: Istimewa

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi | Foto: Istimewa

SURABAYA | Program Beasiswa Pemuda Tangguh milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menuai sorotan tajam. Beasiswa yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu diduga turut dinikmati anak-anak pejabat, meski sejatinya ditujukan untuk membantu warga kurang mampu.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, secara terbuka mengungkapkan adanya indikasi anak pejabat yang lolos sebagai penerima beasiswa. Menindaklanjuti temuan tersebut, Eri langsung memerintahkan pemeriksaan terhadap petugas verifikator yang meloloskan berkas penerima.

Sorotan juga datang dari DPRD Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Imam Syafii, meminta Wali Kota Eri Cahyadi bertindak tegas dengan membuka identitas oknum pejabat yang anaknya diduga menerima beasiswa tersebut.

Menurut politisi Partai NasDem itu, transparansi mutlak diperlukan agar tidak memunculkan kecurigaan dan spekulasi liar di tengah masyarakat.

“Sebaiknya disampaikan saja ke publik kalau memang ada anak pejabat yang menikmati beasiswa kuliah. Semua sepakat, Beasiswa Pemuda Tangguh harus tepat sasaran,” tegas Imam, Senin (26/1/2026).

Namun demikian, Imam mengingatkan agar persoalan ini tidak serta-merta dibebankan sepenuhnya kepada petugas verifikator di lapangan. Ia menilai, terdapat celah regulasi pada periode sebelumnya yang memungkinkan terjadinya ketidaktepatan sasaran.

Berdasarkan penelusurannya, Imam menjelaskan bahwa Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 45 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perwali Nomor 135 Tahun 2022 belum secara tegas membatasi penerima beasiswa hanya untuk keluarga miskin (gakin).

“Dalam aturan lama, beasiswa diberikan kepada mahasiswa berprestasi tanpa melihat kondisi ekonomi. Artinya, siapa pun mahasiswa ber-KTP Surabaya memiliki kesempatan yang sama,” jelasnya.

Pada periode tersebut, fasilitas Beasiswa Pemuda Tangguh terbilang cukup besar, meliputi pembiayaan UKT penuh, uang saku Rp500 ribu per bulan, serta biaya penunjang kuliah sebesar Rp750 ribu per semester.

Memasuki tahun 2026, Pemkot Surabaya kemudian melakukan evaluasi menyeluruh. Program Beasiswa Pemuda Tangguh kini diprioritaskan bagi warga pra-sejahtera sebagai upaya memastikan bantuan pendidikan lebih tepat sasaran.

Selain itu, skema bantuan juga mengalami perubahan signifikan. Nomenklatur program diubah menjadi Bantuan Pendidikan, dengan nilai bantuan diseragamkan sebesar Rp2,5 juta per semester bagi setiap mahasiswa. Skema pembebasan UKT penuh serta biaya penunjang kuliah dihapus.

Kebijakan baru tersebut menuai keluhan dari penerima lama (eksisting) karena nilai bantuan yang diterima berkurang. Menyikapi hal ini, Imam Syafii menegaskan agar Pemkot Surabaya tidak membebankan kekurangan biaya UKT kepada mahasiswa.

“Kami meminta pemkot memastikan mahasiswa tidak dirugikan, meskipun nilai bantuannya sekarang bersifat flat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menyatakan akan segera memanggil Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) serta Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberikan klarifikasi.

Pemanggilan tersebut dilakukan menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait pemangkasan nilai bantuan, meskipun kuota penerima beasiswa justru bertambah hingga mencapai 23.820 mahasiswa.

“Karena beasiswa ini kini difokuskan untuk keluarga miskin, kami akan memanggil Disbudporapar dan Dinsos agar program ini benar-benar tepat sasaran dan persoalan UKT mahasiswa lama bisa segera diselesaikan,” pungkas Akma.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB