Ini Alasan 2.326 Penerima PKH di Pamekasan Dicoret dari Daftar Penerima Bansos

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang warga menunjukkan uang tunai dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) usai menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Pemerintah melakukan graduasi dan pencoretan penerima yang dinilai telah mandiri  | Foto Ilustrasi

Seorang warga menunjukkan uang tunai dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) usai menerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). Pemerintah melakukan graduasi dan pencoretan penerima yang dinilai telah mandiri | Foto Ilustrasi

EJABERITA.CO | PAMEKASAN – Sebanyak 2.326 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, resmi dicoret dari daftar penerima bantuan sosial pada tahun anggaran 2026. Pencoretan ini dilakukan karena ribuan keluarga tersebut dinilai telah mandiri secara ekonomi.

Ketua Tim Kabupaten PKH Pamekasan, Lukman Hakim, menjelaskan pencoretan dilakukan berdasarkan hasil evaluasi selama Januari hingga Desember 2025. Hasilnya, ribuan KPM tidak lagi memenuhi kriteria sebagai penerima bansos.

“Alasan utama pencoretan karena mereka sudah masuk kategori mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial pemerintah,” kata Lukman, Selasa.

Ia mengungkapkan, ada dua faktor utama yang menyebabkan 2.326 KPM tersebut dikeluarkan dari kepesertaan PKH.

Pertama, melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) yang mendorong keluarga penerima untuk naik kelas atau graduasi.

Kedua, atas kesadaran pribadi penerima bantuan yang mengajukan permohonan untuk tidak lagi menerima bansos.

“Sebanyak 480 KPM mengundurkan diri secara sukarela karena merasa sudah mampu. Sementara 1.846 KPM lainnya masuk kategori potensial graduasi berdasarkan verifikasi dan pendampingan petugas PKH,” jelasnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pamekasan, Herman Hidayat Santoso, menyebut pencoretan ribuan KPM tersebut justru melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

“Target awal hanya 1.850 KPM, namun realisasinya mencapai 2.326 KPM. Ini menunjukkan program pemberdayaan berjalan cukup efektif,” ujarnya.

Meski telah dicoret dari daftar penerima bansos, pemerintah tetap memberikan dukungan lanjutan agar keluarga yang graduasi tidak kembali jatuh ke kondisi rentan. Salah satunya melalui bantuan modal usaha sebesar Rp7,5 juta per KPM, yang bersumber dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Program graduasi PKH ini diharapkan mampu menciptakan kemandirian ekonomi keluarga sekaligus memastikan bantuan sosial tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi
Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa
BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga
Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun
Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang
Jelang Hari Besar, Pertamina Fokus Stabilkan Distribusi BBM di Wilayah Kepulauan
Sidang Kerap Molor, Pelayanan PN Sampang Disorot Publik
Universitas Annuqayah Madura Dorong Mahasiswa Aktif Menulis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 15:30 WIB

YAKORMA Kalbar Siap “Naik Kelas”, Muswil 2026 Disiapkan Jadi Momentum Kebangkitan Organisasi

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:58 WIB

Madura Batik Fest 2026 Jadi Momentum Pelajar Rawat Identitas Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:33 WIB

BULOG Madura Salurkan Minyak Goreng ke Pasar Bangkalan demi Stabilitas Harga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:21 WIB

Kuasa Hukum Korban Desak Polisi Usut Dugaan Keterlibatan Internal BRI dalam Kasus Kredit Fiktif SK Pensiun

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:10 WIB

Usai QRIS BCA Bermasalah, Nasabah di Sumenep Klaim Saldo Hilang

Berita Terbaru