EJABERITA.CO | SAMPANG – Pencarian terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pasean, Kabupaten Pamekasan, berakhir duka. Setelah tiga hari dilakukan pencarian, Rumli (40), warga Dusun Bukbatang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (17/7/2026) pagi.
Korban ditemukan mengapung di perairan Pantai Paniniran, Desa Tamberu Barat, sekitar pukul 08.00 WIB oleh dua nelayan, Sipul dan Kadir, yang baru pulang menjaring ikan.
Keduanya awalnya melihat sesosok tubuh mengapung di tengah laut. Setelah didekati dan dipastikan merupakan jasad manusia, mereka segera melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Sokobanah.
Mendapat laporan itu, personel Polsek Sokobanah bersama Polres Sampang, BPBD Kabupaten Sampang, serta warga langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan penemuan jenazah tersebut. Menurutnya, korban merupakan nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang usai terjatuh saat mencari ikan di perairan Pasean, Kabupaten Pamekasan, pada Selasa (14/7/2026).
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, petugas bersama BPBD langsung melakukan evakuasi. Jenazah kemudian dibawa ke puskesmas untuk dilakukan visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar AKP Eko Puji Waluyo.
Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang mengenakan jaket hijau kombinasi oranye dan celana panjang hitam. Kondisi tubuh korban telah membengkak akibat berada di laut selama beberapa hari.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sampang, Fajar Arif Taufikurrohman, melalui Kasi Kedaruratan Moh. Hozin, mengatakan pihaknya segera mengerahkan personel setelah menerima informasi dari kepolisian.
“Tim BPBD bergerak cepat membantu proses evakuasi bersama aparat kepolisian dan masyarakat. Selanjutnya jenazah dibawa ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan sebelum diserahkan kepada keluarga,” kata Moh. Hozin.
Setelah proses identifikasi dan visum selesai, jenazah Rumli diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat melaut, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut.(*)
Editor : Arfa













Komentar