Daerah

Teror Monyet Liar di Bangkalan, Rumah Warga Disatroni dan Anak-anak Terancam

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Teror kawanan monyet liar menghantui permukiman warga di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Puluhan monyet turun ke kawasan perumahan, menyatroni rumah warga, merusak kebun, hingga mengejar warga, sehingga memicu kekhawatiran serius terhadap keselamatan anak-anak.

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Pesona Pesalakan, Kelurahan Kemayoran, Bangkalan. Aksi kawanan monyet liar itu bahkan sempat direkam warga dan beredar luas. Dalam rekaman terlihat monyet-monyet berkeliaran di jalan lingkungan perumahan sambil mengobrak-abrik tempat sampah untuk mencari sisa makanan.

Salah seorang warga, Bondan Suhartono, mengatakan teror monyet liar itu terjadi hampir setiap hari, terutama pada pagi dan siang hari. Kawanan monyet tidak hanya merusak fasilitas lingkungan, tetapi juga berani masuk ke dalam rumah warga dengan memanjat pagar dan atap.

“Kalau pagi dan siang sering datang. Mereka masuk ke pekarangan, naik pagar, bahkan mencoba masuk rumah,” ujar Bondan.

Akibat ulah kawanan monyet tersebut, sampah yang sebelumnya tertata rapi menjadi berserakan dan mengotori badan jalan perumahan. Selain itu, monyet-monyet liar juga menjarah tanaman dan sayur-mayur di kebun milik warga, menyebabkan kerugian materi.

Yang lebih mengkhawatirkan, grombolan monyet liar itu kerap bersikap agresif dengan mengejar dan menyerang warga. Kondisi ini dinilai sangat berbahaya, khususnya bagi anak-anak yang biasa bermain di lingkungan perumahan. Warga pun terpaksa meningkatkan kewaspadaan dan membatasi aktivitas anak di luar rumah.

Warga menduga kawanan monyet liar tersebut berasal dari area perkebunan salak dan rumpun bambu di sekitar perumahan yang selama ini menjadi habitat alami mereka. Menyempitnya ruang hidup dan berkurangnya sumber makanan diduga menjadi pemicu monyet-monyet tersebut turun ke permukiman warga.

“Sebenarnya dari dulu monyet itu sudah ada, tapi baru-baru ini masuk ke perumahan warga,” pungkas Bondan.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk menangani gangguan satwa liar tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *