Menu MBG SDN Poter 1 Disorot, Dapur SPPG Patemon Jadi Perhatian

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SDN Poter 1 Tanah Merah, terdiri dari lontong, telur rebus, tahu goreng, kecambah, saus kacang, dan dua butir anggur.

Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa SDN Poter 1 Tanah Merah, terdiri dari lontong, telur rebus, tahu goreng, kecambah, saus kacang, dan dua butir anggur.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, menuai sorotan. Menu yang diterima siswa SDN Poter 1 Tanah Merah dinilai jauh dari ekspektasi masyarakat terhadap alokasi anggaran Rp15 ribu per porsi yang ditetapkan pemerintah pusat.

Berdasarkan dokumentasi yang dihimpun, satu porsi MBG terdiri dari lima iris lontong, satu butir telur, satu iris tahu goreng, kecambah, serta dua butir anggur. Menu tersebut dianggap terlalu sederhana dan belum mencerminkan komposisi gizi seimbang bagi anak usia 8–12 tahun.

Tak terlihat adanya tambahan lauk hewani lain, variasi sayuran memadai, maupun susu sebagai pelengkap nutrisi.

Estimasi Nilai Bahan dan Selisih Anggaran

Dari penelusuran harga pasar lokal, estimasi nilai bahan makanan per porsi diperkirakan sebagai berikut:

  • Lontong: sekitar Rp1.500
  • Telur: Rp2.000–Rp2.500
  • Tahu: Rp500
  • Anggur: Rp500
  • Kecambah: Rp500

Total estimasi bahan berkisar Rp5.500 hingga Rp6.000 per porsi.

Sementara itu, skema anggaran MBG disebut sebesar Rp15.000 per anak dengan rincian Rp10.000 untuk bahan baku, Rp3.000 untuk operasional, dan Rp2.000 untuk sewa tempat serta alat masak.

Jika nilai riil bahan hanya sekitar Rp6 ribu, maka terdapat potensi selisih sekitar Rp4 ribu dari alokasi bahan baku yang memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Apabila satu dapur SPPG menangani sekitar 3.000 siswa per hari, potensi selisih bisa mencapai Rp12 juta per hari. Dalam 20 hari efektif sekolah, jumlahnya diperkirakan menyentuh Rp240 juta per bulan.

Dapur SPPG Patemon Tanah Merah yang memasok menu ke SDN Poter 1 kini menjadi fokus perhatian publik.

Wali Murid Pertanyakan Kualitas

Sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas menu yang diterima anak-anak mereka. Imam, salah satu wali murid, menilai menu tersebut belum mencerminkan program bergizi sebagaimana yang diharapkan.

“Kalau menunya seperti ini, apakah sudah bisa disebut bergizi sesuai arahan Presiden? Kami hanya ingin anak-anak mendapat makanan yang layak,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Ia meminta evaluasi tidak hanya menyasar mitra dapur, tetapi juga kepala SPPG dan tenaga ahli gizi yang bertanggung jawab atas standar menu.

“Program ini bagus dan mulia. Kami berharap pengelola bisa berbenah agar benar-benar bermanfaat untuk anak-anak,” tambahnya.

Wali murid lain yang enggan disebutkan namanya menekankan pentingnya kualitas gizi dalam program tersebut.

“Kalau memang anggarannya Rp15 ribu, ya seharusnya lebih layak. Ini untuk tumbuh kembang anak. Jangan sampai cuma sekadar kenyang,” ujarnya.

Pengawasan Diminta Diperketat

Pemerhati kebijakan publik Jawa Timur, Ahmad Annur, menilai persoalan ini tidak bisa dianggap sepele.

“Ini warning untuk semua SPPG di Bangkalan agar tidak mengurangi porsi anggaran menu siswa atau hak penerima manfaat. Karena sudah ada jatah masing-masing. Bahkan mitra juga sudah diatur hasil dan operasionalnya. Kalau masih mengurangi jatah menu, itu keterlaluan,” tegasnya.

Ia meminta Korwil pengawas SPPG di Bangkalan lebih aktif melakukan pengawasan terhadap kualitas dan takaran menu MBG.

“Saya minta dapur yang bermasalah disetop sementara sampai ada evaluasi dan perbaikan. Program MBG ini sesuai harapan Presiden untuk meningkatkan gizi anak, jangan sampai hanya jadi asal kenyang,” lanjutnya.

Ahmad menegaskan pihaknya akan ikut melakukan pengawasan agar hak penerima manfaat tidak dikurangi dan standar gizi tetap terjaga.

Satgas: Audit Kewenangan BGN

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menegaskan pihaknya hanya bertugas melakukan pengawasan lapangan dan bukan auditor resmi.

Menurutnya, Satgas mencatat temuan atau dugaan persoalan di lapangan untuk kemudian dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN), yang selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh tim auditor BGN.

“Kami tidak bisa memutuskan ada penyalahgunaan anggaran. Tindak lanjut berupa audit dan evaluasi resmi dilakukan oleh tim auditor BGN, bukan Satgas Bangkalan. Aduan dari wali murid SDN Poter 1 ini akan kami tindak lanjuti ke SPPG mitra dan kami laporkan ke BGN. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” ujarnya singkat.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB