Pasar Murah Amburadul! DPRD Tuduh Bupati Tak Pernah Serius Urus Rakyat

Minggu, 22 Februari 2026 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan foto: Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla.

Keterangan foto: Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menuai sorotan tajam. Anggota Komisi II DPRD Bangkalan, Samsol Arif Marla, menilai kegiatan tersebut gagal total dan hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat kecil.

Menurut Samsol, pasar murah seharusnya menjadi instrumen pemerintah untuk menekan lonjakan harga kebutuhan pokok yang belakangan terus merangkak naik. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.

“Menurut saya, Pemkab tidak pernah serius mengurus program yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Pasar murah ini buktinya,” tegasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (21/2/2026).

Kader Partai Gelora itu menyebut sejumlah bahan pokok yang paling dibutuhkan warga justru tidak tersedia dalam kegiatan tersebut. Kondisi itu membuat pasar murah kehilangan daya tarik dan sepi peminat.

“Pasar murah itu harusnya bisa menekan harga kebutuhan pokok masyarakat. Tapi bahan pokok yang paling dibutuhkan malah tidak ada. Ini kan aneh sekali,” ujarnya.

Ia menilai, kondisi ini bukan kejadian pertama. Samsol bahkan menyebut pola kerja pemerintah daerah selama ini cenderung normatif dan minim evaluasi.

“Ya seperti yang kita tahu, model kerja mereka selalu normatif,” tambahnya.

Kekecewaan juga dirasakan warga yang berharap bisa mendapatkan sembako dengan harga terjangkau. Alih-alih membantu meringankan beban ekonomi, kegiatan tersebut dinilai tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Bangkalan, Qori Yuni Astuti, mengakui pelaksanaan pasar murah yang merupakan inisiatif bupati tersebut belum berjalan maksimal. Ia menyebut banyak distributor yang telah diundang tidak hadir.

“Kami sudah bersurat ke distributor agar menjual di bawah harga pasaran, tapi banyak yang tidak datang. Kami tidak bisa memaksa dan ini akan kami evaluasi,” pungkasnya.

Kritik keras dari legislatif ini menjadi sinyal agar pemerintah daerah segera melakukan pembenahan menyeluruh, terutama dalam program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.(*)

 

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PMII Pamekasan Desak Polisi Tutup Tambang Galian C Ilegal, Sebut Ancam Lingkungan dan Keselamatan Warga
PPP Sampang Gelar Muscab X, Targetkan Bangkit Menuju Pemilu 2029
PSI Bangkalan Kencangkan Barisan, Struktur Partai Didorong Tuntas hingga DPRt
NasDem Bangkalan Geram! Sampul Tempo soal Surya Paloh Dinilai Sesatkan Publik dan Cederai Marwah Partai
Beri Solusi Hidup dan Edukasi Hukum, Anggota DPRD Jatim Temui Warga Sampang
LKPJ Bupati Bangkalan Disorot, Demokrat Ungkap Kejanggalan Data hingga PDRB Naik 75 Persen
Muhammad Farok Masuk Bursa Calon Ketua DPC PKB Sampang Hasil Muscab VI
Eric Hermawan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan kepada Pemuda Desa Burneh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:32 WIB

PMII Pamekasan Desak Polisi Tutup Tambang Galian C Ilegal, Sebut Ancam Lingkungan dan Keselamatan Warga

Rabu, 22 April 2026 - 06:13 WIB

PPP Sampang Gelar Muscab X, Targetkan Bangkit Menuju Pemilu 2029

Kamis, 16 April 2026 - 14:13 WIB

PSI Bangkalan Kencangkan Barisan, Struktur Partai Didorong Tuntas hingga DPRt

Rabu, 15 April 2026 - 15:40 WIB

NasDem Bangkalan Geram! Sampul Tempo soal Surya Paloh Dinilai Sesatkan Publik dan Cederai Marwah Partai

Senin, 13 April 2026 - 07:48 WIB

Beri Solusi Hidup dan Edukasi Hukum, Anggota DPRD Jatim Temui Warga Sampang

Berita Terbaru