Alumni WBP Bongkar Dugaan Jual-Beli Kamar dan HP Fantastis di Lapas Narkotika Pamekasan

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Alumni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat menggelar aksi demonstrasi di depan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kamis (26/02/2026).

Foto: Alumni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) saat menggelar aksi demonstrasi di depan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kamis (26/02/2026).

EJABERITA.CO | PAMEKASAN — Puluhan massa yang mengatasnamakan Alumni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggelar aksi demonstrasi di depan Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan, Kamis (26/02/2026). Mereka menuding adanya praktik ilegal di balik jeruji besi, mulai dari dugaan jual-beli kamar hingga peredaran hand phone (HP) dengan harga fantastis.

Koordinator lapangan aksi, Nasiruddin, mengaku pernah menjadi warga binaan di lapas tersebut. Ia menyebut praktik yang disuarakan bukan sekadar isu, melainkan pengalaman pribadi saat menjalani masa hukuman.

“Untuk membuka satu kamar itu harganya di angka Rp75 juta bahkan ada yang lebih. Kamar itu bisa diisi sekitar 13 orang dan dikelola oleh seorang ‘kepala kamar’ yang bertindak seperti bos di dalam,” ungkapnya kepada awak media usai aksi.

Menurutnya, kamar tersebut diduga menjadi fasilitas khusus bagi narapidana tertentu yang memiliki kemampuan finansial. Ia menuding adanya sistem pengelolaan internal yang berjalan tanpa pengawasan ketat.

Tak hanya soal kamar, Nasiruddin juga membeberkan dugaan peredaran HP di dalam lapas. Ia mengklaim harga satu unit bisa mencapai Rp30 juta, tergantung merek dan fasilitas.

“HP itu belinya ke oknum petugas. Harganya variatif, bisa sampai Rp30 juta,” tegasnya.

Ia bahkan mengaku pernah dipindahkan ke Lapas Kelas I Surabaya saat tengah mengurus proses Pembebasan Bersyarat (PB). Pemindahan itu ia nilai janggal dan diduga berkaitan dengan sikap kritisnya terhadap kondisi internal lapas.

“Saya sedang mengurus PB, tiba-tiba dipindah. Saya menduga karena saya vokal,” katanya.

Bantahan Pihak Lapas

Menanggapi tudingan tersebut, pihak Lapas Narkotika Kelas IIA Pamekasan membantah keras adanya praktik jual-beli kamar maupun peredaran HP.

Sub Seksi Pelaporan, Zakaria Yahya, menegaskan komitmen penerapan prinsip Zero HP dan Narkoba di dalam lapas. Ia memastikan tidak ada kamar atensi atau fasilitas khusus bagi narapidana tertentu.

“Kami pastikan di dalam kami berkomitmen Zero HP dan Narkoba. Kami rutin melakukan penggeledahan secara acak, dan tidak ada kamar atensi,” ujarnya.

Terkait isu kamar senilai Rp75 juta, ia menyebut informasi tersebut tidak benar. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan penelusuran internal.

“Kami akan melakukan cross-check dan pendalaman untuk memastikan kebenaran informasi tersebut,” tambahnya.

Pihak lapas juga menyatakan penggeledahan rutin kerap melibatkan unsur eksternal seperti TNI dan Polri sebagai bentuk transparansi dan penguatan pengawasan.

Desakan Audit dan Investigasi Independen

Aksi tersebut ditutup dengan tuntutan audit menyeluruh dan investigasi independen untuk menguji kebenaran tudingan. Massa mendesak aparat penegak hukum serta Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur turun tangan agar polemik ini tidak berhenti pada saling bantah.

Kasus ini membuka kembali sorotan terhadap tata kelola lembaga pemasyarakatan, khususnya transparansi dan integritas pengawasan di dalam lapas narkotika.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

321 PNS Bangkalan Ucapkan Sumpah, BKPSDA Siapkan E-Presensi Acak pada 2027
Pemkab Sampang Salurkan Buku Tabungan BLT DBHCHT 2026 untuk Buruh Rokok dan Petani Tembakau
Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:28 WIB

321 PNS Bangkalan Ucapkan Sumpah, BKPSDA Siapkan E-Presensi Acak pada 2027

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Pemkab Sampang Salurkan Buku Tabungan BLT DBHCHT 2026 untuk Buruh Rokok dan Petani Tembakau

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Berita Terbaru