Usia 15 Tahun, HIMABA Tegaskan Sikap: Mahasiswa Harus Berani Kawal Kebijakan

Sabtu, 14 Maret 2026 - 02:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Foto Usai buka bersama dan santunan anak yatim padan Milad Himaba yang ke-15.

Foto: Foto Usai buka bersama dan santunan anak yatim padan Milad Himaba yang ke-15.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Usia 15 tahun bagi sebuah organisasi mahasiswa bukan lagi masa belajar berjalan. Harus sudah bisa berlari. Setidaknya itulah semangat yang terlihat dalam peringatan Milad ke-15 Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA).

Perayaan tersebut digelar di Cafe Poskopi Telang, Kamal. Acara dikemas sederhana namun sarat makna: buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim.

Momentum itu dimanfaatkan para kader HIMABA untuk mempererat kebersamaan, sekaligus menegaskan kembali peran organisasi mahasiswa dalam kehidupan sosial dan kebijakan daerah.

Ketua pelaksana kegiatan, Junaidi, mengatakan bahwa Milad ke-15 HIMABA bukan sekadar perayaan hari lahir organisasi.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi bagi seluruh kader dan pengurus untuk memperkuat sinergi internal organisasi.

“Milad ini bukan hanya seremonial. Ini momentum untuk memperkuat sinergi kepengurusan dan mempererat kebersamaan antar kader HIMABA,” ujarnya. Jum’at (13/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kekuatan organisasi mahasiswa sangat bergantung pada soliditas internal. Jika hubungan antar kader kuat, maka gerakan organisasi juga akan lebih terarah.

“Kalau internal kita kuat, maka langkah organisasi ke luar juga akan kuat. Karena itu forum seperti ini penting agar kader, pengurus, dan demisioner bisa kembali berkumpul dan saling mengenal,” tambahnya.

Selain menjadi ajang konsolidasi, kegiatan santunan anak yatim juga menjadi bentuk kepedulian sosial HIMABA kepada masyarakat.

“Mahasiswa tidak boleh hanya bicara gagasan dan konsep. Kepedulian sosial juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Santunan anak yatim ini adalah bentuk kecil dari kepedulian itu,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum HIMABA Muhammad Amin Ma’mun, yang akrab disapa Imunk, menilai usia 15 tahun merupakan fase kedewasaan bagi organisasi.

Menurutnya, di usia tersebut HIMABA harus semakin matang dalam menjalankan peran sosial dan intelektualnya di tengah masyarakat.

“Lima belas tahun bukan waktu yang singkat. Ini fase kedewasaan organisasi. HIMABA harus semakin matang dalam berpikir, bersikap, dan bertindak,” ujarnya.

Pada Milad tahun ini, HIMABA mengusung tagline “Muda Berkarya, Menjaga Asa, Membangun Bangkalan.” Bagi Imunk, tagline tersebut menjadi arah gerak organisasi dalam menjalankan perannya di daerah.

“Tagline ini bukan sekadar slogan. Ini adalah semangat bagi kader HIMABA untuk terus berkarya, menjaga harapan masyarakat, dan ikut berkontribusi dalam pembangunan Bangkalan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa HIMABA akan terus menjalankan perannya sebagai organisasi mahasiswa yang kritis terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Namun menurutnya, kritik yang dilakukan bukan sekadar untuk mencari perhatian.

“Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah. Bukan hanya mengkritik, tetapi memastikan kebijakan yang diambil benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Imunk menambahkan, HIMABA ingin tetap menjadi organisasi mahasiswa yang independen dan konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan daerah.

“Kami ingin hadir sebagai mitra kritis pemerintah daerah. Jika kebijakannya baik untuk masyarakat, tentu kami dukung. Tapi jika tidak berpihak pada rakyat, mahasiswa harus berani bersuara,” katanya.

Momentum Milad ke-15 ini juga menjadi ajang pertemuan lintas generasi HIMABA. Pengurus aktif, anggota, hingga para demisioner berkumpul dalam satu forum.

Melalui pertemuan tersebut, HIMABA berharap solidaritas organisasi semakin kuat dan mampu menjaga eksistensinya sebagai organisasi mahasiswa yang progresif serta tetap berpihak pada kepentingan masyarakat Bangkalan.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru