Isu Kenaikan BBM Picu Antrean Panjang di SPBU Jember, Bupati Minta Warga Tak Panik

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre panjang di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jember, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026). Antrean terjadi akibat kepanikan warga menyusul beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang awal April. Kepadatan kendaraan terlihat memenuhi area SPBU hingga meluas ke halaman, didominasi pengendara roda dua yang ingin segera mengisi BBM.

Sejumlah pengendara sepeda motor mengantre panjang di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jember, Jawa Timur, Selasa (31/3/2026). Antrean terjadi akibat kepanikan warga menyusul beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjelang awal April. Kepadatan kendaraan terlihat memenuhi area SPBU hingga meluas ke halaman, didominasi pengendara roda dua yang ingin segera mengisi BBM.

EJABERITA.CO | Jember – Isu penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar menjelang awal April memicu kepanikan di kalangan masyarakat Kabupaten Jember, Jawa Timur. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Sejak Selasa (31/3/2026), antrean kendaraan terlihat mengular di berbagai SPBU, termasuk di kawasan sekitar Pasar Sabtuan. Warga berbondong-bondong mengisi BBM karena khawatir terjadi kenaikan harga maupun kelangkaan, meskipun pemerintah pusat telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM pada 1 April 2026.

Pantauan di lapangan menunjukkan antrean tidak hanya terjadi pada satu jenis BBM, tetapi hampir seluruh jenis, mulai dari Pertalite, Pertamax hingga Solar bersubsidi. Bahkan, antrean kendaraan sempat memanjang hingga ke badan jalan dan menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sejumlah titik Kota Jember.

Puncak kepadatan terjadi pada sore hingga malam hari, terutama saat masyarakat pulang kerja.

Salah satu warga, Lucky Setiawan (34), mengaku terpaksa ikut mengantre meskipun dalam kondisi lelah usai bekerja. Ia menyebut informasi yang simpang siur di media sosial membuat masyarakat panik.

“Saya baru pulang kerja, harusnya bisa langsung istirahat di rumah, tapi karena dengar kabar BBM mau naik, akhirnya terpaksa ikut antre. Ini demi jaga-jaga, takut besok malah lebih sulit,” ujarnya.

Ia menambahkan, antrean panjang cukup melelahkan dan memakan waktu, namun kebutuhan BBM untuk aktivitas sehari-hari membuatnya tidak memiliki pilihan lain.

Fenomena antrean panjang ini tidak hanya terjadi di satu lokasi, melainkan merata di hampir seluruh SPBU di wilayah Kota Jember. Kepadatan meningkat sejak isu kenaikan BBM ramai diperbincangkan publik. Bahkan, tidak sedikit warga yang mengisi BBM berulang kali untuk memastikan ketersediaan.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan masyarakat tidak perlu panik karena pemerintah pusat telah memastikan tidak ada kenaikan harga BBM dalam waktu dekat.

“Saya bersyukur, saya baru dapat kabar bahwa pemerintah membatalkan kenaikan BBM ini. Di saat harga minyak dunia fluktuatif, ini menjadi kabar baik,” ujarnya usai Rapat Paripurna di Gedung DPRD Jember.

Ia juga menyampaikan bahwa keputusan tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.

“Kondisi dunia saat ini tidak baik-baik saja. Harga energi naik turun, tapi pemerintah hadir agar masyarakat tidak terbebani,” katanya.

Lebih lanjut, ia membandingkan kondisi Indonesia dengan negara lain di kawasan Asia Tenggara yang telah lebih dulu menaikkan harga BBM. Menurutnya, Indonesia saat ini menjadi satu-satunya negara di ASEAN yang tidak mengalami kenaikan harga BBM sekaligus tidak mengalami kelangkaan.

Ia memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal dan stok dalam kondisi aman. Namun, ia mengingatkan bahwa pembelian berlebihan justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan.

“Kalau masyarakat panik dan membeli secara berlebihan, itu yang membuat situasi tidak sehat,” tegasnya.

Fawait pun mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan BBM, terutama jenis subsidi, demi menjaga stabilitas pasokan energi.(*)

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan
Pimpinan dan Anggota DPRD Bangkalan Ucapkan Selamat Hari Santri 2026: Santri Berdaya, Indonesia Jaya
Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan
IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan
KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep
Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep
Atasi Kekeringan di Sampang, DEM Madura Pasok Puluhan Ribu Liter Air Bersih ke Desa Tlambah
Soal Tambang Ilegal, PMII Pamekasan Minta Pemkab Tak Lempar Tanggung Jawab ke Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:31 WIB

Hari Santri Nasional 2026, Ahmad Mahfudz Dorong Santri Jadi Pelopor Perubahan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:37 WIB

Tiga Sungai di Bangkalan Dibersihkan Menjelang Musim Hujan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:41 WIB

IWAPI Bangkalan Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih, Bantuan Berlanjut Pekan Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:18 WIB

KEI Dorong Produktivitas Petani di Pulau Sapeken Sumenep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Dari Wakil Bendahara PKB, Feri Hartanto Mulai Masuk Peta Politik Sumenep

Berita Terbaru