EJABERITA.CO | Bangkalan – Peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi momentum refleksi bagi banyak pihak tentang arti penting pendidikan dalam mengubah kehidupan. Hal itu pula yang dirasakan oleh Reza Teguh Wibowo, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bangkalan, yang perjalanan hidupnya tak lepas dari peran besar seorang pendidik.
Reza, yang juga dikenal sebagai kader Partai Gerindra, mengisahkan bahwa dirinya bukanlah sosok yang sejak awal memahami arah masa depan. Ia pernah berada di titik di mana ia merasa tidak tahu apa-apa dan belum memiliki tujuan yang jelas dalam hidupnya. Namun, peran guru menjadi cahaya yang perlahan mengubah jalan hidupnya.
Menurutnya, guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di dalam kelas, tetapi juga sebagai pembimbing yang mampu membuka wawasan dan membentuk karakter. Dari didikan para guru itulah, ia mulai memahami arti disiplin, tanggung jawab, serta pentingnya memiliki cita-cita.
“Berkat sentuhan dan didikan para guru, saya mulai mengerti arah hidup. Dari yang tidak tahu apa-apa, pelan-pelan saya belajar memahami peran saya di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (02/05/2026).
Perjalanan tersebut tidak terjadi secara instan. Reza melalui berbagai proses panjang, mulai dari aktif di lingkungan sosial hingga akhirnya terjun ke dunia politik. Baginya, semua pencapaian yang diraih hari ini merupakan buah dari pendidikan yang ia terima sejak dini.
Kini, sebagai Ketua Komisi III DPRD Bangkalan, ia memandang pendidikan sebagai fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, melainkan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Pendidikan itu tidak hanya formal di sekolah. Keluarga adalah tempat pertama membentuk karakter, kemudian diperkuat oleh sekolah dan didukung oleh kebijakan pemerintah,” tegasnya.
Di momen Hari Pendidikan Nasional ini, Reza mengajak semua pihak untuk lebih peduli terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam memberikan perhatian kepada para guru. Menurutnya, guru adalah pilar utama dalam mencetak generasi masa depan yang berkualitas.
Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa pendidikan memiliki kekuatan besar dalam mengubah nasib seseorang. Dari seorang yang sempat tidak memiliki arah, kini ia dipercaya menjadi wakil rakyat dan turut menentukan kebijakan untuk kepentingan masyarakat luas.
Momentum ini pun diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk sukses, selama pendidikan terus diperjuangkan dan didukung oleh semua elemen bangsa.(*)

















Komentar