Ritual Sakral Hong Bahhong Bangkalan Diusulkan Jadi Warisan Budaya Nasional

Rabu, 27 Mei 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana ritual Hong Bahhong di Kecamatan Geger, Bangkalan, yang sarat nilai budaya dan spiritual masyarakat Madura. Tradisi turun-temurun ini kini diajukan Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

Suasana ritual Hong Bahhong di Kecamatan Geger, Bangkalan, yang sarat nilai budaya dan spiritual masyarakat Madura. Tradisi turun-temurun ini kini diajukan Pemerintah Kabupaten Bangkalan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) agar tetap lestari dan tidak hilang ditelan zaman.

EJABERITA.CO | BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) resmi mengajukan Ritual Hong Bahhong sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelestarian tradisi leluhur khas Madura agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.

Ritual Hong Bahhong merupakan tradisi sakral yang hanya dapat ditemukan di empat desa di Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan. Tradisi tersebut diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih dijaga oleh masyarakat setempat.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangkalan, Hendra Gemma Dominant, mengatakan ritual Hong Bahhong memiliki nilai budaya dan keunikan yang tidak dimiliki daerah lain sehingga layak diusulkan menjadi WBTB nasional.

“Yang membedakan Hong Bahhong dengan tradisi lainnya, ritual ini hanya bisa dilaksanakan di empat desa di Kecamatan Geger dan harus dilakukan oleh keturunannya sendiri,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, ritual Hong Bahhong merupakan bentuk permohonan keselamatan, kesejahteraan, serta ketentraman masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa. Prosesi ritual biasanya dipimpin oleh Buju’ Massa atau keturunan ketujuh yang dipercaya menjaga tradisi tersebut.

Dalam pelaksanaannya, ritual disertai doa-doa, sesaji, hingga tarian tradisional yang masing-masing memiliki makna filosofis dan spiritual bagi masyarakat setempat.

Hendra menyebutkan, ritual Hong Bahhong hanya dapat dilaksanakan di empat desa, yakni Desa Lembung, Katol Barat, Dhabung, dan Banyonneng Laok.

Menurutnya, Pemkab Bangkalan berkomitmen menjaga keaslian ritual tersebut dengan melibatkan budayawan, tokoh masyarakat, serta keturunan Buju’ Massa agar nilai-nilai budaya yang terkandung tetap terjaga.

“Kami telah melakukan berbagai persiapan mulai dari pendataan awal, dokumentasi hingga publikasi ritual Hong Bahhong dengan harapan tradisi ini dapat diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda,” pungkasnya.(*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru