Ribuan Perkutut Ramaikan Piala Bupati Sampang, Hadiahnya Sepasang Sapi Karapan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penasehat Pengda Perkutut Kabupaten Sampang, Zainul Ghaffar, mengajak pecinta burung perkutut untuk menjaga kelestarian budaya lokal melalui ajang Liga Perkutut Indonesia (LPI) 2026 di Kabupaten Sampang.

Penasehat Pengda Perkutut Kabupaten Sampang, Zainul Ghaffar, mengajak pecinta burung perkutut untuk menjaga kelestarian budaya lokal melalui ajang Liga Perkutut Indonesia (LPI) 2026 di Kabupaten Sampang.

EJABERITA.CO | SAMPANG – Sebanyak 1.008 burung perkutut akan memperebutkan piala Bupati Sampang dalam Liga Perkutut Indonesia (LPI) 2026 yang diselenggarakan di Lapangan Karapan Sapi, Desa Kasenih, Kabupaten Sampang, pada tanggal 30-31 Mei.

Ada dua klasifikasi perkutut yang akan mengikuti konkrus seni suara alam tersebut, diantaranya Kelas Piyik Hanging sebanyak 168 perkutut, Kelas Piyik Yunior 252, dan Piyik Bebas 252 perkutut yang akan berlaga pada hari Sabtu 30 Mei.

Sedangkan untuk kelas dewasa, ada Dewasa Yunior sebanyak 168, dan Dewasa Senior 168 perkutut yang dijadwalkan pada hari Minggu 31 Mei.

Penasehat Pengurus Daerah (Pengda) Kabupaten Sampang, Zainul Ghaffar, mengatakan bahwa pelaksanaan lomba perkutut Kelas nasional ini sudah dijadwal oleh pengurus pusat.

“Memang dalam satu tahun itu ada sepuluh kali putaran, dan sekarang waktunya Sampang,” jelasnya, Jumat (29/5/2026).

Menurut Ghaffar, tidak semua daerah mendapatkan jatah lomba kelas nasional. Oleh karena itu, dengan adanya lomba LPI 2026 di Sampang ini, ia berharap pecinta perkutut lebih bergairah dalam menjaga kelestarian burung perkutut.

“Karena perkutut ini burung yang paling lama,” terangnya.

Burung perkutut bagi Ghaffar merupakan burung yang fenomenal yang dibawa oleh kerajaan-kerajaan terdahulu, seperti Majapahit yang membawa kenang-kenangan ke Negeri Thailand.

“Makanya, kalau di Thailand, perkutut ini dipanggil burung Jawa,” paparnya.

“Dan kami juga ingin mengangkat kearifan lokal yang ada di Sampang,” imbuhnya.

Lomba tersebut akan dimeriahkan oleh musik tradisional Saronen dan beberapa hadiah utama seperti sepasang sapi karapan, dua sepeda listrik, Kulkas, TV, mesin cuci dan alat elektronik lainnya.

“Hari Minggu akan dihadiri langsung oleh Bupati Sampang,” ucap Ghaffar.

Ia berharap kepada peternak perkutut agar lebih kreatif dengan memaksimalkan cara breading, sehingga ketika ada lomba kelas nasional pemula bisa tahu klasifikasi bunyi dua warna dan empat warna.

“Supaya hasil ternak di Sampang ini bisa menjadi panutan secara nasional,” harapnya.

Yang perlu diketahui, bahwa Kabupaten Sampang merupakan gudang perawat burung perkutut dan paling banyak peternak perkutut yang diminati oleh kalangan muda dan para Kiai.

“Jadi dalam momentum ini bisa menambah wawasan kepada peternak di Sampang,” ujarnya.

Ia berharap seluruh lapisan masyarakat bisa mendukung dan melihat langsung lomba perkutut sebagai kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Kami juga memberdayakan beberapa UMKM dalam kegiatan ini supaya menambah penghasilan,” pungkasnya. (*)

Editor : Arfa

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo
Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari
Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu
Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates
GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
DPD Tani Merdeka Sampang Ucapkan Selamat kepada Sudaryono, Dorong Sinergi Petani dan BGN
Mahasiswa POLTERA Borong Empat Gelar di Kompetisi Las Nasional
Tiga Hari Hilang di Laut, Nelayan Sampang Ditemukan Meninggal Mengapung di Pantai Paniniran

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:55 WIB

PT Garam Persero Camplong Sampang Berikan Klarifikasi Atas Aksi Demo

Senin, 27 Juli 2026 - 13:51 WIB

Pelabuhan Kamal Mati Suri, Warga Keluhkan Diduga Jadi Lokasi Pacaran Malam Hari

Senin, 27 Juli 2026 - 13:37 WIB

Anak Jalanan di Lampu Merah Petapaan Dinilai Meresahkan, H. Mohammad Nasih Aschal Dorong Penanganan Terpadu

Senin, 27 Juli 2026 - 09:03 WIB

Jalan Rusak hingga Air Bersih Dominasi Aspirasi Warga dalam Reses H. Mohammad Nasih Aschal di Banyuates

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:34 WIB

GMPK Sampang Dukung Sudaryono Pimpin BGN, Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terbaru