AJG Demo Kantor Wabup Pamekasan, Desak Evaluasi Total Program MBG dan SPPG

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator aksi Aktivis Jagad Bersatu (AJG) menyampaikan tuntutan saat menggelar unjuk rasa di depan Kantor Wakil Bupati Pamekasan, Rabu (17/6/2026). Massa mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta dugaan berbagai persoalan dalam pengelolaan SPPG di Kabupaten Pamekasan.

EJABERITA.CO | PAMEKASAN – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aktivis Jagad Bersatu (AJG) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wakil Bupati Pamekasan, Rabu (17/6/2026). Mereka mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pamekasan yang dinilai masih menyisakan berbagai persoalan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan delapan poin tuntutan yang berkaitan dengan keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mulai dari dugaan pelanggaran administrasi, standar operasional, hingga transparansi pengelolaan program.

Koordinator aksi, Syamsul Gerrad, mengatakan Program MBG merupakan program strategis pemerintah yang seharusnya memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya peserta didik. Namun, menurutnya, pelaksanaan program di Kabupaten Pamekasan justru diwarnai berbagai dugaan penyimpangan.

“Program ini sangat baik, tetapi yang menjadi evaluasi bersama adalah masih adanya dugaan ketidaksesuaian menu, pelanggaran SOP, hingga praktik jual-beli titik dapur MBG,” katanya saat berorasi.

AJG juga menilai pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di Pamekasan belum berjalan maksimal. Bahkan, mereka menduga masih terdapat dapur MBG yang tetap beroperasi meski diduga tidak memenuhi ketentuan.

“Kami mendesak dilakukan evaluasi terhadap kinerja Satgas MBG Kabupaten Pamekasan atas dugaan pembiaran, tebang pilih dalam pengawasan, serta dugaan penyalahgunaan kewenangan yang menyebabkan dapur bermasalah tetap beroperasi,” tegas Syamsul.

Ia juga mengecam dugaan penyajian makanan yang tidak layak konsumsi, pengurangan anggaran yang berdampak pada kualitas menu, hingga praktik-praktik yang dinilai merugikan penerima manfaat program.

“Program MBG bukan ladang bisnis, bukan ruang kompromi terhadap pelanggaran, dan bukan tempat mencari keuntungan pribadi. Setiap rupiah anggaran MBG adalah hak masyarakat yang harus dikelola secara transparan, profesional, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujarnya.

Selain menyampaikan kritik, massa aksi juga membawa delapan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Di antaranya meminta penjelasan terkait penanganan Dapur MBG Pangorayan yang menjadi perhatian publik, verifikasi ulang seluruh dapur MBG yang diduga belum memenuhi persyaratan administrasi, serta keterbukaan mengenai kesesuaian bangunan dapur dengan standar yang telah ditetapkan.

AJG juga mendesak pemerintah membuka informasi terkait proses verifikasi dan penerbitan izin operasional dapur MBG, mengusut dugaan praktik jual-beli titik dapur melalui yayasan atau pihak tertentu, serta meminta aparat penegak hukum dan Badan Kehormatan DPRD memeriksa pihak-pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam kepemilikan dapur MBG.

Selain itu, mereka meminta Satgas dan Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Pamekasan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPPG guna menjamin kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat. Massa juga menyatakan dukungannya kepada Kejaksaan untuk mengusut tuntas dugaan praktik jual-beli titik dapur MBG.

Syamsul menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ke tingkat Provinsi Jawa Timur apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.

“Gerakan kami berikutnya akan kami bawa ke tingkat Jawa Timur hingga dapur-dapur MBG yang bermasalah benar-benar dievaluasi oleh Badan Gizi Nasional,” tandasnya.

Dalam aksi tersebut, massa tidak dapat bertemu langsung dengan Ketua Satgas MBG Kabupaten Pamekasan yang juga Wakil Bupati Pamekasan. Aspirasi mereka akhirnya diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan yang mewakili pemerintah daerah. (*)

Penulis : Imamudin

Editor : din

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2
Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu
KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun
Api Membesar di Tunjung Bangkalan, 5 Hektare Lahan Kering Hangus
SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung
Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81
Fraksi PAN Bongkar Banyak Aspirasi Reses Tak Masuk Program Pemkab Bangkalan
DLH Bangkalan Semarakkan HUT RI ke-81, Pasukan Kuning hingga ASN Berbaur dalam Lomba Agustusan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 21:51 WIB

Asah Talenta Pemuda Madura, Sahabat Willy Aditya Gelar Madura Fest Vol. 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:57 WIB

Bawaslu Bangkalan Hadirkan Pembelajaran Penanganan Pelanggaran Administratif Pemilu

Rabu, 9 September 2026 - 12:24 WIB

KPU Bangkalan Temukan 168 Pemilih Berusia di Atas 100 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:22 WIB

SPPG Gili Timur Bantah Isu Bau Tak Sedap, H. Subaidi: Silakan Cek Langsung

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:32 WIB

Kolaborasi Jadi Kunci, Forkopimcam Camplong Libatkan MBG Sambut HUT RI ke-81

Berita Terbaru

Ketua Senat INSYA Bangkalan, KH. Muhammad Nasih Aschal atau Ra Nasih, memberikan sambutan sebelum laga final Insya Volley Cup 2026 antara PBV Sumenep dan PBV Handoko Jaya Bangkalan dimulai di Lapangan Voli INSYA Bangkalan.

Olahraga

Ra Nasih Ingin INSYA Volley Cup Melahirkan Atlet Nasional

Jumat, 11 Sep 2026 - 15:32 WIB