EJABERITA.CO | Bangkalan – Pelabuhan Kamal yang dulu menjadi denyut ekonomi penyeberangan Madura–Surabaya kini menghadapi masa suram. Sejak hadirnya Jembatan Suramadu, aktivitas di kawasan tersebut terus meredup hingga memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Selain berdampak pada geliat ekonomi warga sekitar, kawasan Pelabuhan Kamal kini dikeluhkan karena diduga kerap menjadi lokasi berkumpulnya muda-mudi pada malam hari. Kondisi itu dinilai meresahkan sebagian masyarakat karena minimnya aktivitas dan pengawasan.
Keluhan tersebut disampaikan dalam agenda reses Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai NasDem, H. Mohammad Nasih Aschal, M.Pd., di Aula Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil (INSYA) Bangkalan, Senin (27/7/2026).
Kegiatan yang dihadiri ratusan anggota Muslimat NU se-Kabupaten Bangkalan itu menjadi ruang penyampaian aspirasi warga terkait berbagai persoalan di wilayah masing-masing.
Salah satu aspirasi datang dari perwakilan Muslimat NU Kecamatan Kamal, Nur Rahmah. Ia mengungkapkan keresahan masyarakat atas kondisi Pelabuhan Kamal yang semakin sepi setelah jalur penyeberangan kehilangan banyak pengguna akibat keberadaan Jembatan Suramadu.
Menurutnya, kawasan pelabuhan yang minim aktivitas membuat sejumlah titik menjadi kurang terpantau, terutama saat malam hari.
“Sejak Pelabuhan Kamal sepi karena adanya Suramadu, pada malam hari kawasan pelabuhan sering dijadikan tempat berkumpul muda-mudi. Kondisi ini membuat masyarakat merasa resah,” ujar Nur Rahmah.
Dorong Penataan Kawasan dan Tambah Penerangan
Menanggapi keluhan tersebut, H. Mohammad Nasih Aschal atau yang akrab disapa Ra Nasih menyebut persoalan Pelabuhan Kamal tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan keamanan lingkungan.
Menurutnya, kawasan yang kehilangan aktivitas harus segera mendapat perhatian agar tidak berkembang menjadi ruang yang tidak terkontrol.
“Ketika sebuah kawasan menjadi sepi dan tidak ada aktivitas, tentu akan muncul persoalan lain. Karena itu perlu ada penanganan agar Pelabuhan Kamal kembali tertata dan memberikan rasa aman bagi masyarakat,” kata Ra Nasih.
Ia menyampaikan akan mendorong penambahan fasilitas penerangan di sekitar akses menuju Pelabuhan Kamal. Menurutnya, pencahayaan yang memadai menjadi salah satu langkah awal untuk meningkatkan pengawasan dan keamanan kawasan.
“Kami akan mendorong penambahan penerangan di sepanjang akses pelabuhan agar kawasan tersebut tidak gelap dan lebih mudah diawasi,” ujarnya.
Selain persoalan penerangan, legislator daerah pemilihan Madura itu juga berkomitmen melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang bagi masa depan Pelabuhan Kamal.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar ada pengawasan yang lebih optimal. Harapannya Pelabuhan Kamal kembali menjadi kawasan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Ra Nasih menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat dalam kegiatan reses akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Jawa Timur, termasuk persoalan sosial dan infrastruktur yang berada dalam kewenangan pemerintah provinsi.(*)
Editor : Arfa













Komentar