Ancaman Pembekuan Bea Cukai: Djaka Janji Reformasi Total dalam Setahun

Jumat, 5 Desember 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Uta

Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Uta

JAKARTA | Ejaberita.co – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tengah berada di titik kritis setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan ancaman tegas: instansi itu berpotensi dibekukan jika dalam satu tahun tidak mampu memperbaiki kinerja dan menuntaskan berbagai persoalan internal. Ultimatum tersebut menjadi tekanan sekaligus pukulan keras bagi institusi yang selama ini dibayangi citra buruk di mata publik.

Menanggapi hal itu, Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa DJBC mengambil serius peringatan tersebut. Ia menyebut pernyataan Menkeu sebagai koreksi penting yang harus dijadikan momentum perubahan.

“Ya, intinya bahwa itu adalah bentuk koreksi. Yang pasti, Bea Cukai ke depannya akan berupaya untuk lebih baik,” ujar Djaka di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Belajar dari Luka Lama 1985–1995

Dalam kesempatan itu, Djaka mengingatkan bahwa ancaman pembekuan bukan hal baru bagi Bea Cukai. Pada periode 1985–1995, di era Presiden Soeharto, sebagian fungsi DJBC sempat dialihkan sepenuhnya kepada perusahaan asal Swiss, Société Générale de Surveillance (SGS), melalui PT Surveyor Indonesia sebagai mitra lokal. Kala itu, lemahnya pengawasan dan maraknya praktik korupsi membuat pemerintah mengambil alih kendali operasional dari DJBC.

“Apa yang menjadi sejarah kelam tahun 1985–1995 itu, kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai,” tegasnya.

Menurut Djaka, pengalaman tersebut menjadi pengingat betapa rentannya instansi itu jika gagal melakukan pembenahan menyeluruh—baik dari sisi tata kelola maupun integritas SDM.

Bersih-Bersih SDM dan Budaya Kerja

Salah satu fokus utama reformasi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia dan peralatan kerja. Djaka mengakui bahwa persepsi negatif publik terhadap Bea Cukai sebagai sarang pungutan liar masih kuat dan harus segera diatasi.

“Mulai dari sumber daya manusianya, mulai dari alat peralatannya. Ya mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan,” katanya.

Ia menekankan bahwa reformasi tidak hanya berhenti pada pembenahan SDM, tetapi juga menyentuh budaya organisasi, peningkatan kualitas pelayanan, serta penegakan pengawasan yang lebih ketat di pelabuhan maupun bandara.

“Ketika kita melakukan pelayanan kepada masyarakat, ketika ada ketidakpuasan, ya sedikit demi sedikit kita akan berupaya memperbaikinya,” ujar Djaka.

Untuk memperkuat pengawasan, DJBC mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) guna mendeteksi praktik under invoicing yang kerap digunakan importir nakal untuk mengurangi bea masuk. Djaka meyakini penggunaan teknologi dapat mempercepat transformasi internal DJBC.

“Ya optimis, harus optimis. Kalau kita enggak optimis, tahun depan selesai semua,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai, dari level pimpinan hingga petugas lapangan, harus bergerak bersama agar ancaman pembekuan tidak menjadi kenyataan.

Follow WhatsApp Channel ejaberita.co untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PWI Pusat Tancap Gas: AD/ART Rampung, Website dan Podcast Resmi Segera Diluncurkan
Gus Yahya Siap Maju di Muktamar NU, Tegaskan Bukan Ambisi Pribadi
Cek Gudang BULOG Bangkalan, DPR RI Jamin Stok Pangan Madura Aman hingga 10 Bulan
Masjid Al Huda Diresmikan, Mendikdasmen Tekankan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat
104 Siswa Terpaksa Ngungsi, Mendikdasmen Janjikan Bangun Ulang SDN Kajuanak 4
Pemkab Sampang Terima Hibah Aset Migas, Siap Disulap Jadi Kawasan Edukasi Terpadu
OTT KPK: Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Ditangkap, Kasus Masih Dirahasiakan
Jadwal Haji 2026 Resmi Dimulai 21 April, Ini Rangkaian Lengkap hingga Kepulangan Jemaah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:00 WIB

PWI Pusat Tancap Gas: AD/ART Rampung, Website dan Podcast Resmi Segera Diluncurkan

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:49 WIB

Gus Yahya Siap Maju di Muktamar NU, Tegaskan Bukan Ambisi Pribadi

Selasa, 5 Mei 2026 - 05:34 WIB

Cek Gudang BULOG Bangkalan, DPR RI Jamin Stok Pangan Madura Aman hingga 10 Bulan

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:28 WIB

Masjid Al Huda Diresmikan, Mendikdasmen Tekankan Peran Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:17 WIB

104 Siswa Terpaksa Ngungsi, Mendikdasmen Janjikan Bangun Ulang SDN Kajuanak 4

Berita Terbaru