Khofifah Salurkan Bansos dan Penguatan Ekonomi di Sampang, Tekankan Kemandirian Desa
EJABERITA.CO | SAMPANG – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melanjutkan rangkaian agenda “Sapa Bansos” dan Amaliah Ramadhan di Kabupaten Sampang, Selasa (3/3/2026).
Bertempat di Pendopo Trunojoyo, kegiatan ini menjadi titik kedelapan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Timur selama bulan suci Ramadhan.
Dalam sambutannya, Khofifah menjelaskan bahwa program yang didistribusikan kali ini mencakup dua aspek utama, yakni bantalan sosial dan bantalan ekonomi. Menurutnya, skema tersebut dirancang tidak hanya untuk memberikan perlindungan sosial, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat.
“Kita mendistribusikan berbagai program bansos dari Pemprov, ada yang bersifat bantalan sosial dan ada yang bersifat bantalan ekonomi,” ujar Khofifah.
Ia merinci, asistensi sosial bagi penyandang disabilitas dan lansia termasuk dalam kategori bantalan sosial. Sementara program KIP Jawara, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta zakat produktif masuk dalam kategori bantalan ekonomi.
“Jadi di program ini ada dua, satu yang bersifat charity, satu yang bersifat penguatan ekonomi dan kemandirian,” imbuhnya.
Suasana hangat turut mewarnai kegiatan tersebut saat Khofifah menceritakan bingkisan Al-Qur’an yang diterimanya dari Atase Kementerian Agama Arab Saudi.
Sementara itu, Bupati Sampang, Slamet Junaidi, menyampaikan bahwa kunjungan Gubernur menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap masyarakat Sampang.
“Kehadiran Gubernur hari ini bentuk nyata perhatian Pemprov Jatim terhadap masyarakat Sampang,” ujarnya.
Menurut bupati dua periode tersebut, bantuan yang disalurkan bukan sekadar bernilai materi.
“Melainkan simbol bahwa pemerintah selalu hadir untuk masyarakat kecil,” tuturnya.
Selain bantuan individu seperti KPM Lansia PKH Plus dan penerima KIP Putri Jawara, Slamet Junaidi juga menyoroti bantuan keuangan khusus bagi 10 pemerintah desa di Sampang. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung program Jatim Puspa Plus, Desa Berdaya, serta penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Ia berharap suntikan dana tersebut dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa.
“Sehingga kemandirian desa dapat terus tumbuh dan memberikan dampak ekonomi yang nyata,” pungkasnya.(*)





