EJABERITA.CO | BANGKALAN – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bangkalan, Drs. H. Moh. Ali Wafa, M.Pd.I., menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan teknologi, nilai keagamaan, dan akhlak dalam membentuk generasi muda di tengah perkembangan zaman.
Pesan tersebut disampaikan Ali Wafa dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Menurut Ali Wafa, dunia pendidikan tidak hanya bertugas mencetak generasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan informasi, tetapi juga memastikan peserta didik tetap memiliki fondasi keagamaan yang kuat.
“Kami selaku pendidik punya tugas utama, yaitu mencetak generasi muda yang paham IT dan teknologi, menyesuaikan dengan perkembangan, tetapi tidak boleh meninggalkan tradisi keagamaan,” kata Ali Wafa.
Ia menegaskan, kemajuan teknologi harus berjalan beriringan dengan akhlakul karimah dan ibadah. Menurutnya, kecakapan digital tanpa karakter dan nilai moral dapat menjadi persoalan bagi generasi muda.
Untuk menerapkan keseimbangan tersebut, MAN Bangkalan membangun berbagai kegiatan pembiasaan yang bernilai religius. Di antaranya salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, tahfiz Al-Qur’an, tahlilan, serta kegiatan keagamaan lainnya.
“Kami sudah membiasakan kegiatan-kegiatan yang nilainya religius, seperti budaya salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, tahfiz Al-Qur’an, tahlilan, beserta kegiatan-kegiatan agama lainnya,” ujarnya.
Selain memperkuat nilai keagamaan, MAN Bangkalan juga menanamkan kecintaan terhadap bangsa dan negara. Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan nilai Panca Cinta sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Panca Cinta mencakup cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan dan sekitarnya, serta cinta kepada bangsa dan negara.
“Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya itu nomor satu, cinta ilmu nomor dua, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan dan sekitarnya, dan cinta kepada bangsa dan negara yang nomor lima,” jelas Ali Wafa.
Dalam momentum kemerdekaan, ia berharap generasi muda mampu menjadi bagian dari masyarakat yang menjaga persatuan, kerukunan, dan kedamaian.
Ali Wafa menilai perbedaan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang harus disikapi dengan kedewasaan. Karena itu, generasi muda perlu memiliki tujuan bersama untuk membangun bangsa.
“Kami punya harapan besar ke depan agar kerukunan dan kedamaian tetap terjaga. Kita boleh berbeda-beda, tetapi satu tujuan,” pungkasnya.(*)
Editor : Arfa















Komentar