Kasus Pemerkosaan Santri oleh Dua Bersaudara, Anggota DPRD Bangkalan Minta Aparat Bertindak Tegas
EJABERITA.CO | BANGKALAN – Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dari Fraksi Partai Gerindra, Ambar Pramudya Wardani, meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan tidak ragu dalam menangani kasus pemerkosaan santri yang diduga dilakukan oleh dua bersaudara di Kabupaten Bangkalan.
Ambar menegaskan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa yang harus ditangani secara serius, profesional, dan transparan, terlebih peristiwa tersebut terjadi di lingkungan pesantren yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak.
“Saya meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh ada kompromi, apalagi upaya melindungi pelaku. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” tegas Ambar, Kamis (5/2/2026).
Menurutnya, proses penegakan hukum tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka semata, melainkan harus dikawal hingga tahap penuntutan dan persidangan agar korban benar-benar mendapatkan keadilan.
Legislator perempuan ini juga menekankan pentingnya perlindungan dan pendampingan terhadap korban, baik secara hukum maupun psikologis, mengingat dampak kekerasan seksual terhadap anak dapat berlangsung dalam jangka panjang.
“Negara wajib hadir melindungi korban. Pendampingan psikologis dan pemulihan trauma harus menjadi perhatian utama, selain proses hukum terhadap pelaku,” ujarnya.
Ambar menilai, penanganan tegas terhadap kasus ini menjadi ujian komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi anak dan perempuan, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
Ia berharap, aparat bekerja secara independen tanpa tekanan dari pihak mana pun dan menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Penegakan hukum yang tegas dan berkeadilan akan memberikan efek jera sekaligus rasa aman bagi masyarakat,” pungkasnya.(*)





