Pantai Gading Kuning Tanjung Bumi, Masuk Pantai Serasa Lewat Kebun Teh
EJABERITA.CO | BANGKALAN – Berkunjung ke Pantai Gading Kuning di Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, Madura, menghadirkan pengalaman berbeda dibanding pantai pada umumnya. Untuk mencapai bibir pantai, pengunjung harus melewati hutan mangrove yang rindang melalui jembatan kayu yang membelah kawasan tersebut.
Pengelola Pantai Gading Kuning, Ahmad Suhdi, menyebut keunikan utama destinasi ini terletak pada akses masuknya yang tidak biasa.
“Sebelum masuk ke pantai, pengunjung harus melewati mangrove dulu. Memang mangrovenya masih dalam proses pengembangan dan pohonnya masih kecil-kecil. Jadi orang yang masuk itu serasa berjalan melewati kebun teh,” ujar Suhdi, Minggu (15/2/2026).
Menurutnya, konsep tersebut menjadi pembeda dibanding pantai lain di Madura.
“Yang membedakan Pantai Gading Kuning dengan pantai lain, di sini wisatawan wajib melewati mangrove dulu sebelum sampai ke pasir putih. Itu pengalaman yang tidak semua pantai punya,” katanya.
Pantai Gading Kuning resmi mulai beroperasi pada 1 Januari 2026. Meski tergolong baru, antusiasme pengunjung disebut cukup tinggi. Saat ini terdapat delapan titik spot foto yang menjadi daya tarik utama.
“Spot foto sudah banyak, ada delapan titik yang bagus-bagus. Ke depan kami akan tambah lagi supaya pengunjung makin betah,” jelasnya.
Untuk tiket masuk, pengelola masih mematok harga Rp5.000 per orang. Namun, Suhdi mengakui ada rencana penyesuaian tarif jika fasilitas terus ditambah.
“Kalau nanti ada penambahan wahana, permainan, dan konsep baru, kemungkinan tiket masuk akan naik. Tapi tentu disesuaikan dengan fasilitas yang kami tambah,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, keberadaan pantai dinilai berdampak positif bagi warga sekitar.
“Alhamdulillah warga sangat antusias. Banyak yang bisa berjualan di dalam area pantai, jadi ada tambahan penghasilan untuk masyarakat,” ujarnya.
Terkait kebersihan, pengelola memastikan pengelolaan sampah menjadi perhatian utama.
“Untuk sampah selalu terjaga. Ada dua petugas khusus yang menangani kebersihan. Kami pastikan pantai ini tetap bersih dan nyaman,” katanya.
Ke depan, Suhdi berharap dukungan pemerintah daerah agar Pantai Gading Kuning bisa berkembang lebih besar.
“Pantai Gading Kuning ini sangat layak menjadi ikon daerah. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah untuk pengembangan infrastruktur dan promosi,” harapnya.
Pengunjung Terkesan Konsep Mangrove
Sejumlah pengunjung mengaku terkesan dengan konsep wisata yang ditawarkan.
Rizal (24), wisatawan asal Sampang, mengatakan pengalaman masuk pantai melalui jalur mangrove menjadi daya tarik tersendiri.
“Baru kali ini saya ke pantai yang masuknya lewat mangrove dulu. Serasa jalan-jalan di kebun kecil yang hijau, terus ujungnya langsung ketemu pasir putih. Unik banget,” ujarnya.
Dini (21), mahasiswi yang datang bersama teman-temannya, mengaku puas dengan banyaknya spot foto yang tersedia.
“Spot fotonya banyak dan bagus-bagus. Delapan titik itu beda-beda konsepnya. Cocok buat konten media sosial,” katanya.
Sementara Arif (37), yang datang bersama keluarga, menilai harga tiket Rp5.000 sangat terjangkau.
“Dengan harga segitu sudah dapat suasana mangrove, pantai bersih, dan ada penjual makanan juga. Anak-anak senang, orang tua juga nyaman,” tuturnya.
Akses Lokasi
Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, dari arah timur Sampang–Banyuates, setelah tiba di Kecamatan Tanjung Bumi atau Puskesmas Tanjung Bumi, sekitar 250 meter terdapat gapura dengan penunjuk arah Pantai Gading Kuning, kemudian belok ke utara sekitar 500 meter.
Sedangkan dari arah Kota Bangkalan, melewati SMPN 1 Tanjung Bumi, sekitar 200 meter setelah Koramil terdapat gapura “Selamat Datang di Batik Tanjung Bumi”. Di bawah gapura terdapat penunjuk arah 500 meter ke utara menuju Pantai Gading Kuning.(*)





