Parkir Konvensional Dinilai Tak Tertib, Pemkab Bangkalan Kembali ke Skema Berlangganan
Parkir Berlangganan Bangkalan: Solusi Tertib Parkir 2026
BANGKALAN | Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali memberlakukan sistem parkir berlangganan Bangkalan mulai 2026 setelah menilai pola parkir konvensional tidak berjalan tertib dan bermasalah dalam pengelolaan pendapatan daerah.
Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja’far mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pengelolaan parkir sepanjang 2025. Menurut dia, ketika sistem parkir dikembalikan ke pola konvensional, berbagai persoalan lama kembali muncul, baik di lapangan maupun dalam pencatatan pendapatan.
“Parkir konvensional ini ternyata tidak tertib. Dari sisi pendapatan maupun pengaturan di lapangan banyak persoalan,” kata Fauzan usai penandatanganan nota kesepahaman dengan para juru parkir di Pendopo Pratanu, Bangkalan, Jumat, 9 Januari 2026.
Fauzan menjelaskan, sistem parkir berlangganan sebelumnya telah diterapkan di Bangkalan sejak 2021 hingga 2024. Selama periode tersebut, pengelolaan parkir dinilai lebih teratur dan pendapatan daerah lebih terkontrol. “Yang lebih tertib itu justru parkir berlangganan, terutama dari sisi pendapatan,” ujarnya.
Pentingnya Sistem Parkir Berlangganan Bangkalan
Ia menegaskan, pemerintah daerah dituntut mengelola perparkiran secara akuntabel. Ketertiban tidak hanya menyangkut penempatan juru parkir di lapangan, tetapi juga transparansi dalam pengelolaan penerimaan daerah dari sektor parkir.
Pada 2025, Pemkab Bangkalan sempat mengembalikan pengelolaan parkir ke sistem konvensional. Namun hasil evaluasi menunjukkan kebijakan tersebut tidak efektif dan kembali memunculkan praktik pemungutan yang tidak tertib.
Atas dasar itu, Pemkab Bangkalan bersama Bupati memutuskan untuk kembali menerapkan parkir berlangganan mulai 2026. Pemerintah juga melakukan pembinaan dan pembekalan kepada para juru parkir agar pelaksanaan kebijakan di lapangan berjalan tertib dan pelayanan kepada masyarakat lebih terkontrol.
“Persoalan di lapangan tinggal bagaimana pembinaan dan pengawasan kepada juru parkir kami perkuat. Dari pengalaman, sistem berlangganan jauh lebih tertib,” kata Fauzan.





