Nataru, Dishub Kota Malang Antisipasi Lonjakan Arus Kendaraan
MALANG | Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengantisipasi potensi lonjakan arus kendaraan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Kota Malang diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas karena menjadi jalur perlintasan menuju Kabupaten Malang dan Kota Batu.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat secara nasional berpotensi meningkat sekitar dua persen selama periode Nataru.
“Angka tersebut masih bersifat nasional. Untuk Kota Malang, kami akan menghitung kembali jumlah pastinya dan akan dirilis pada forum lalu lintas mendatang,” kata Widjaja, Minggu (14/12/2025).
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, Dishub Kota Malang menyiapkan 80 personel yang akan disiagakan di pos pelayanan, pos pantau, dan pos pengamanan. Pengamanan dilakukan dengan berkolaborasi bersama Polresta Malang Kota.
“Sebanyak 30 personel inti ditambah 50 personel tambahan kami turunkan ke lapangan. Personel tambahan berasal dari staf kantor dan akan bertugas secara bergantian dari pagi hingga malam selama periode Nataru,” ujarnya.
Terkait kondisi infrastruktur jalan, Widjaja menyebut secara umum tidak terdapat kendala signifikan. Namun, perbaikan drainase di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) masih menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur.
“Untuk proyek drainase di Jalan Soehat, kami berkoordinasi dengan Dishub Jatim dan Polresta Malang Kota terkait pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Sementara Jalan Raya Ki Ageng Gribig saat ini sudah lancar karena Jembatan KH Malik telah dilebarkan sehingga tidak terjadi bottle neck,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasi Polresta Malang Kota, Kompol Wiwin Rusli, menyampaikan bahwa kepolisian juga telah menyiapkan langkah antisipasi kepadatan lalu lintas selama libur Nataru. Salah satunya dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas yang berpotensi mengalami kemacetan.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain Jalan Semeru, kawasan Kayutangan di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Raya Tlogomas, serta Jalan MT Haryono yang merupakan akses utama menuju Kota Batu.
“Kami telah menyiapkan tim urai bersamaan dengan pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025 yang rencananya dimulai pada 20 Desember,” kata Wiwin.
Adapun pengamanan objek vital seperti tempat ibadah dan pusat perbelanjaan akan dibahas lebih lanjut melalui rapat koordinasi. Rapat tersebut akan melibatkan pengelola hotel, tempat hiburan, pusat perbelanjaan, serta pengurus tempat ibadah.
“Pengamanan akan kami matangkan bersama dalam rapat koordinasi yang akan digelar dalam waktu dekat,” pungkasnya.





