Pendidikan

UTM Menegaskan Komitmen Akademik Mengawal Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional

BANGKALAN | Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menegaskan komitmen UTM sebagai lembaga akademik untuk mengawal pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional melalui penguatan kajian ilmiah dan akademik.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Safi’ saat diwawancarai Ejaberita.co di Gedung Muhammad Noer Universitas Trunojoyo Madura, pada Senin, (22/12/2025). Ia menegaskan bahwa meskipun kampus berperan strategis dalam penyusunan kajian akademik, kewenangan administratif pengajuan gelar pahlawan nasional tetap berada di tangan pemerintah daerah.

“Sebagai lembaga pendidikan, UTM siap berperan dari sisi akademik, baik kajian historis, penguatan historiografi, maupun aspek legal yang dibutuhkan. Namun secara prosedural dan administratif, kewenangan tersebut berada pada pemerintah daerah melalui TP2GD,” ujar Prof. Safi’.

Menurutnya, Universitas Trunojoyo Madura telah ikut berperan aktif dalam mendorong Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, terutama melalui dukungan kajian akademik yang komprehensif. UTM siap memberikan dukungan kepada pemerintah daerah di Madura, baik Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, maupun Sumenep, apabila dibutuhkan.

Prof. Safi’ mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Sampang menjadi daerah yang paling progresif dalam menginisiasi pengusulan tersebut. Hal itu dinilai relevan secara historis karena Trunojoyo lahir di Sampang, meskipun berasal dari garis keturunan raja-raja Bangkalan.

“Pemkab Sampang sudah berproses dan membentuk tim. Tinggal bagaimana penguatan substansi akademik dan dokumen pendukungnya. UTM siap mengawal dan memperkuat dari sisi akademik,” jelasnya.

Ia juga menyinggung pentingnya sinergi antarpemerintah daerah di Madura agar pengusulan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional dapat berjalan lebih solid dan tidak terfragmentasi oleh kepentingan administratif semata.

Lebih jauh, Prof. Safi’ menyebut dukungan dari pemerintah pusat semakin menguat. Respons positif dari Menteri Kebudayaan terhadap pengusulan Trunojoyo dinilai menjadi modal penting untuk melanjutkan proses ke tahap yang lebih lanjut.

Pengusulan Raden Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional, menurutnya, bukan hanya persoalan administratif, tetapi juga bagian dari upaya akademik dan kultural untuk menempatkan sejarah perlawanan Madura dalam narasi besar perjuangan bangsa Indonesia.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *